Ayunda Eka Trisnawati mengisi masa remaja dengan aktif mengikuti berbagai olimpiade. Tak lain untuk mencapai impiannya menjadi seorang dokter. Belajar dengan puluhan buku latihan soal menjadi makanan sehari-hari.
YANA DWI KURNIYA WATI, Bojonegoro
DARI mana asal kita tak jadi halangan untuk terus bermimpi. Pendidikan yang layak sudah seharusnya dimiliki. Baik asal pedesaan maupun perkotaan. Layaknya impian Ayunda Eka Trisnawati, pelajar asal Desa/Kecamatan Margomulyo.
Menunjukkan ketertarikan di dunia kedokteran sejak lama, kini ia terus mencoba dan mengembangkan potensi melalui berbagai olimpiade. Jawa Pos Radar Bojonegoro menghubungi orang tua Ayunda Eka Trisnawati melalui sambungan telepon kemarin (4/1). ‘’Anaknya sering ikut olimpiade. Ingin kuliah kedokteran katanya,” ucap Bambang Sustrisno melalui sambungan telepon saat berada di Perpustakaan Bung Karno, Kota Blitar.
Bambang, sapaannya mengatakan, putri sematawayangnya itu sudah menunjukkan ketertarikan di sejumlah mata pelajaran (mapel) yang berkaitan dengan kedokteran sejak lama. Seperti biologi, matematika, hingga kimia.
Tak jarang olimpiade mapel itu diikuti. Dari dalam jaringan atau online hingga luar jaringan atau offline. Tapi, lanjut Bambang, pelajar SMAN 1 Ngawi itu paling suka mapel matematika dan kimia. Meski tidak pernah dituntut jadi juara atau harus selalu belajar, namun pelajar 17 tahun itu dengan sendirinya tekun belajar.
Tak jarang selalu minta membeli buku-buku latihan soal. Hingga terkumpul puluhan buku sesuai kegemarannya.
‘’Kami tidak pernah memaksa atau menuntut anaknya. Kami hanya mendukung. Tidak ambisius, menerima. Biar kalau tidak sesuai harapan atau gagal tidak begitu kecewa. Anaknya masuk SMA itu juga menggunakan jalur prestasi,” ujar Tokoh Kelima Generasi Samin Surosentiko Bojonegoro itu.
Bambang menuturkan, tidak ada hadiah khusus saat Ayunda Eka Trisnawati memenangkan kompetisi. Hanya, biasanya memenuhi keinginan sang anak jika meminta sesuatu. Menurutnya, pelajar kelas XII SMA itu tak hanya andal dalam bidang akademik, tapi juga nonakdemik seperti pramuka.
Dia memaparkan, sejumlah prestasi yang berhasil diraih antara lain juara 2 olimpiade kimia tingkat nasional, peraih medali emas olimpiade biologi tingkat nasional, dan peraih medali emas olimpiade nasional dalam ajang Olympiad of New Year (ONY) #2 Gypem Indonesia x PKN STAN mata pelajaran kedokteran.
Juga, peraih medali perunggu bidang sains dan teknologi pada Olimpiade Sains Airlangga 2025; peraih medali emas olimpiade biologi, medali perak olimpiade kimia, dan medali perak olimpiade kedokteran jenjang SMA/MA/SMK diselenggarakan University ID Education dan PT Talenta Muda Bangsa; hingga menjadi finalis Duta Pramuka Indonesia 2025.
Ayunda Eka Trisnawati mengungkapkan, keinginannya menjadi dokter tak lain untuk membantu dan bermanfaat bagi masyarakat membutuhkan. ‘’Saya ingin membantu yang membutuhkan,” tuturnya. (yna/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana