Pendaftar CPNS di berbagai daerah tak semua mengalami lonjakan. Seperti dikutip dalam arsip Jawa Pos Radar Bojonegoro edisi 5 Desember 2003. Menyebut Tuban mengalami penurunan drastis pendaftar CPNS dibanding tahun sebelumnya. Kota tetangga Bojonegoro ini proses seleksi administrasi.
Berdasar data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tuban, total berkas lamaran yang masuk 8.481 berkas. Rinciannya 1.080 orang lulusan S1 nonkependidikan, 1.377 orang lulusan sarjana kependidikan atau akta IV, 673 orang D3, 252 orang D2 atau PGSD, dan 5.069 orang lulusan SMU/SMK. Sedangkan, 30 berkas lainnya tidak disertai kode pendidikan.
Jumlah tersebut jauh dibanding tahun lali mencapai 14 ribu pendaftar lebih. Diduga salah satu penyebabnya karena mepetnya waktu pendaftaran dengan Hari Raya Idul Fitri. Pascapenerimaan berkas, pegawai BKD pun menyeleksi.
"Memang ada beberapa berkas yang tidak sesuai dengan kualifikasi. Kalau seperti itu ya pasti ditolak," ujar Sekretaris BKD Tuban Susilo Murti.
Dia menambahkan, seleksi berkas itu diupayakan tuntas akhir pekan. Sedangkan, surat balasannya rencana dikirim setelah proses seleksi tuntas. Surat balasan bakal diterima oleh pendaftar lolos maupun tak lolos seleksi administrasi.
Sementara itu, kasak-kusuk adanya paket atau titipan dalam penerimaan CPNS itu mulai santer terdengar. Rumor yang berkembang menyebutkan, rekrutmen CPNS dijadikan proyek politik kelompok tertentu di Kota Tuak itu. Namun, rumor langsung dibantah pemerintah Tuban.
"Ah, enggak benar itu. Semua tetap melalui mekanisme dan prosedur kok," kata Kasi Humas Infokom Tuban, Nurjanah.
Sementara itu, di Bojonegoro ada anggota dewan daftar CPNS. Yakni, Heru Sugiharto dari fraksi PDIP yang ikut mengadu untung. Pengunduran sebagai anggota DPRD disetujui oleh DPP PDIP. Sejak sekitar pukul 08.00-12.00 dia tampak serius mengikuti psikotes.
Bahkan, Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bojonegoro Iskandar memantau langsung jalannya tes di lokasi tidak mengira bahwa Heru ikut rekrutmen CPNS. "Ya, tadi (sekitar pukul 08.00), saya memang sempat melihatnya. Tapi, saya tidak mengira dia ikut psikotes," kata Iskandar kepada wartawan koran Jawa Pos Radar Bojonegoro saat itu. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana