Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Muhammad Haviz Rizal Wibowo, Borong Emas di Popnas 2025: Belajar dari Kegagalan Asian Youth Games di Bahrain

Dhani Wahyu Alfiansyah • Jumat, 14 November 2025 | 16:30 WIB
BORONG MEDALI: Muhammad Haviz Rizal Wibowo memborong empat medali sekaligus dua emas, satu perak, dan satu perunggu di ajang Popnas 2025 di Jakarta.
BORONG MEDALI: Muhammad Haviz Rizal Wibowo memborong empat medali sekaligus dua emas, satu perak, dan satu perunggu di ajang Popnas 2025 di Jakarta.

 

Di usia yang baru 16 tahun, Muhammad Haviz Rizal Wibowo menorehkan prestasi gemilang di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2025 di Jakarta. Siswa kelas 10 itu pulang membawa empat medali sekaligus dua emas, satu perak, dan satu perunggu.


DHANI WAHYU ALFIANSYAH, Bojonegoro


RAUT wajah Muhammad Haviz Rizal Wibowo masih menyimpan lelah, tapi juga bahagia. Remaja asal Kelurahan Sumbang, Kecamatan Kota Bojonegoro itu baru saja menorehkan prestasi gemilang di Popnas 2025 Jakarta. Capaian itu terasa istimewa karena diraih setelah melewati masa yang tidak mudah.

“Di Popnas dapat dua medali emas, satu perak, dan satu perunggu,” tutur Haviz dengan senyum tipis.

Dua medali emas itu diraih dari nomor gaya punggung 100 meter dan estafet gaya ganti, disusul perak di gaya punggung 50 meter, serta perunggu di gaya punggung 200 meter.

Namun, keberhasilan itu datang setelah kekecewaan di ajang sebelumnya. Baru beberapa minggu sebelum Popnas, Haviz mewakili Indonesia dalam Asian Youth Games di Bahrain.

Saat itu, belum berhasil meraih medali. “Saya sangat senang karena sebelumnya gagal membawa medali di Asian Youth Games Bahrain,” katanya.

Meski gagal, pengalaman di Bahrain menjadi titik balik bagi Haviz. Ia belajar menghadapi tekanan dan mempersiapkan diri dengan mental lebih kuat. Tetapi Popnas kali ini datang terlalu cepat setelah pulang dari Timur Tengah. Belum sempat beradaptasi, harus langsung turun ke kolam lagi.

“Tantangannya di Popnas, melawan rasa jet lag setelah di Bahrain karena perbedaan jam,” ujarnya.

Kondisi tubuh yang belum sepenuhnya pulih membuatnya harus berjuang ekstra keras. “Persiapan saya sangat minim, karena sebelumnya mengikuti perlombaan di Bahrain,” lanjutnya.

Namun justru dari keterbatasan itu, semangatnya tumbuh lebih besar. Ia mengandalkan pengalaman, disiplin, dan dukungan pelatih serta keluarga. Hasilnya, empat medali berhasil dibawa pulang ke Bojonegoro.

“Ini prestasi kedua saya di Popnas,” ungkapnya, menandakan konsistensi prestasinya di ajang pelajar nasional.

Kini, belum sempat menikmati waktu istirahat panjang, Haviz sudah kembali mempersiapkan diri untuk ajang berikutnya. “Setelah ini (Popnas) saya akan mengikuti Asian School Games di Brunei Darussalam. Langsung TC mulai tanggal 15 sampai 21 (November),” ujarnya.

Bagi Haviz, setiap perlombaan bukan sekadar soal medali, tapi tentang proses menjadi lebih baik. Dari kolam renang di Bahrain hingga Jakarta, langkahnya menunjukkan tekad yang tak pernah surut. (dan/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#sumbang #pekan olahraga pelajar #popnas #Asian School Games #renang #Asian Youth Games #medali #Siswa #bojonegoro #atlet