Muhammad Iqbal Hartanto menyumbang medali emas porprov untuk Kontingen Bojonegoro. Butuh persiapan dua tahun dengan latihan keras.
IRVAN RAMADHON, Bojonegoro
EKSPRESIF dan kocak menjadi kata yang tepat menggambarkan Muhammad Iqbal Hartanto. Baik di luar maupun dalam pertandingan atlet angkat besi tersebut selalu bertingkah lucu. Termasuk ketika tampil di Porprov Jatim 2025.
Meski begitu, Iqbal berhasil meraih tiga medali dalam porprov di Malang Raya. Tepatnya medali emas kelas 88+ kilogram (kg) snatch putra, serta masing-masing satu medali perunggu kelas 88+ kg total putra dan kelas 88+ kg clean & jerk putra.
‘’Satu emas dan dua perunggu dengan beban angkatan snatch 115 kg dan angkatan clean and jerk 161 kg,” ungkap atlet 22 tahun tersebut.
Iqbal merasa kurang puas dengan hasil tiga medali tersebut. Terlebih pada 2025 menjadi porprov terakhir yang bisa diikuti.
Bahkan semisal regulasi porprov ditambah umur sampai 25 tahun akan berlatih dengan sangat bersungguh-sungguh dan tidak akan menyianyiakannya lagi.
Lifter asal Desa Ngulanan, Kecamatan Dander tersebut melewati berbagai kesulitan dan rintangan selama persiapan. Tentu harus dilalui dengan banyak kesabaran dan keikhlasan. ‘’Yang terutama paling banyak mengorbankan waktu dan uang,” ujar alumni SMA IPIEMS Surabaya tersebut.
Persiapan dilakukan Iqbal untuk mengikuti porprov sangat panjang. Tehitung sekitar dua tahun menjalani latihan keras. Bahkan sering mengalami cedera pinggang, bahu, pergelangan tangan, hingga pusing.
Namun hasil di Porprov 2025 belum sesuai target. Terlebih target yang diproyeksikan meraih tiga medali emas. ‘’Belum sesuai target,” ungkapnya.
Mimpi tampil di PON dan Sea Games menjadi motivasi Iqbal untuk berprestasi di porprov. Sehingga setelah tak bisa tampi di porprov edisi selanjutnya. Targetnya saat ini adalah menjadi atlet PON dan Sea Games.
‘’Ingin lanjut seperti pelatih saya sampai ke PON, bahkan jika bisa melebihi,” ujarnya. (irv/msu)