Subachtiar Dwi Pramudito langganan juara, mulai dari kejuaraan provinsi junior, kejuaraan kabupaten, dan dua kali di kejuaraan provinsi kembali. Terbaru Juara 3 Double Fairway Provinsi 2025.
DEWI SAFITRI, Bojonegoro.
DARI desa yang tenang, ada riak prestasi yang mencuat membanggakan. Subachtiar Dwi Pramudito, remaja asal Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas ini sukses mengukir prestasi Juara 3 Double Fairway Kejuaraan Provinsi 2025.
Tiar sapaannya, berhasil menyulam kisah membanggakan dari hal sederhana. Yakni, kejenuhan. Rasa bosan membawanya untuk berkecimpung mendalami olahraga woodball. Siapa sangka, dari hal sederhana tersebut, ia menemukan keahlian yang patut dibanggakan.
‘’Bermula dari gabut,’’ kata laki-laki 17 tahun tersebut.
Woodball mungkin bukan olahraga yang umum dikenal banyak orang. Namun, bagi Tiar, denting bola yang dipukul melintasi area lapangan justru menjadi irama yang menyenangkan. Terlebih mengingat awal mulanya memilih olahraga ini.
‘’Dari hal gabut menjadi menyenangkan,’’ tambahnya.
Siswa kelas 11 tersebut baru mulai berkecimpung di woodball sekitar satu tahun lalu. Tepatnya, ketika masih duduk di bangku kelas 10. Meski belum lama, namun sudah empat kali terjun ke gelanggang kompetensi.
Mulai dari kejuaraan provinsi junior, kejuaraan kabupaten, dan dua kali di kejuaraan provinsi kembali.
Sederet prestasi yang sukses didapatkannya, meliputi Juara 3 Tim Fairway Kejuaraan Provinsi Sidoarjo 2023; Juara 2 Single Fairway Kejuaraan Provinsi Surabaya 2024; Juara 3 Tim Stroke Kejuaraan Kabupaten Bojonegoro 2024; dan sukses Juara 3 Double Fairway Kejuaraan Provinsi 2025.
Di balik medali yang didapatkan, tersimpan niat mulia penuh ketulusan. Tiar mempersembahkan semua kemenangannya untuk kedua orang tua. Tak lain dan tak bukan, hanya untuk membuat keduanya bangga akan kerja keras Sang Putra.
‘’Tujuannya membahagiakan orang tua dan menambah prestasi,’’ ujarnya.
Bgai Tiar, semua tentang woodball menyenangkan. Latihan baginya juga tidak sekadar teknik atau strategi. Melainkan keseruan tersendiri karena ada canda dan tawa di dalamnya. Seperti, ketika memukul bola woodball, ia bisa mengganggu teman-temannya yang sedang praktik memukul. Juga, bercanda dengan pelatih. Semua itu menyiptakan ruang nyaman tersendiri di hatinya.
‘’Woodball menghilangkan stres,’’ pungkasnya. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana