Bermula dari sebuah tongkrongan bertajuk Kedamaian para pemuda dengan passion yang sama membentuk band bernama Burn Goblin. Meski berlatar belakang berbeda, mereka berhasil menciptakan musik unik dan menarik.
YANA DWI KURNIYA WATI, Bojonegoro
PEMUDA Bojonegoro kembali mewarnai kancah musik metal. Potensi demi potensi mendulang tinggi. Buktikan kaum muda penuh karya. Keberagaman seni khususnya seni musik contohnya. Seperti lima pemuda yang berkomitmen memajukan musik metal di Bojonegoro.
Mereka berangkat dari passion yang sama. Membentuk grup band bernama Burn Goblin.
Lead guitar, Yuniar Alfa Khibrian menuturkan, grup musik ini bermula di sebuah tongkrongan bertajuk Kedamaian yang diadakan beberapa teman.
Berangkat dari motivasi dan semangat yang sama, terbentuklah band metal itu. Meski berlatar belakang berbeda-beda, tapi bertekad satu komitmen menciptakan musik yang unik dan menarik.
Menurut Yayan, sapaannya, band terdiri lima personel itu menghadirkan nuansa baru dunia musik metal Indonesia. Karena merilis single perdana yang memadukan musik hardcore, modern metal, djent, dan elemen musik cadas lainnya.
Memiliki gaya keras, progresif, dan agresif. Menurutnya, dalam single terbaru mereka memiliki makna lirik mendalam. Terinspirasi dari band-band metalcore seperti As I Lay Dying, Saosin, Asking Alexandria, dan Killswitch Engage.
Adapun single terbaru mereka diberi judul My Heart Beats Wild and Strong. Lagu dengan scream lantang dan distorsi yang deras akan membuat kita merenungkan sisi lain dari manusia. Sebab, seringkali bersembunyi di balik topeng kesadaran.
’’Burn Goblin sendiri mencampurkan elemen genre beragam. Dari hardcore, metalcore, deathcore, sampai ke rumitnya djent. Membuat unit ini merasa terbentuk solid secara genre meski campuran,” tuturnya.
Bisa dibilang Burn Goblin menjadi warna tersendiri di tengah band-band metal di Bojonegoro. Single mereka memiliki kombinasi riff gitar yang catchy ditambah tempo penuh agresivitas, tapi tetap manis. Bahkan, beberapa partdi lagu tersebut memiliki nuansa musik metal 80-an, seperti Megadeth.
Hal itu, lanjut dia, karena personel Burn Goblin dibebaskan bereksplorasi dan dan pendengar bebas mengejawantahkan.
Adapun lima personel itu meliputi dirinya, Akbar Maulana sebagai gitaris dan vokal, Bhaktian Novriansyah sebagai drummer, Rifky Prasetya di vokal, dan Rio Rizkianto sebagai bass.
Yayan menambahkan, meski baru rilis pertengahan Maret ini, lagu sudah bisa diakses di berbagai digital music platform. Dari Spotify, iTunes, Deezer, Amazon MP3, hingga YouTube. ’’Sehingga, para penikmat musik dapat menikmati dengan mudah,” tuturnya. (yna/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana