Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Sekar Mahardika Putri, Juara 2 Best Project IYEN Award di Malaysia: Ingin Jadikan Sampah Bernilai Ekonomi

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 1 Maret 2025 | 21:00 WIB
BANGGA: Sekar Mahardika Putri pamerkan piagam perhargaan Juara 2 Best Project IYEN Award yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
BANGGA: Sekar Mahardika Putri pamerkan piagam perhargaan Juara 2 Best Project IYEN Award yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

Prototipe aplikasi Ecolink yang dikomandoi Sekar Mahardika Putri bersama tim menorehkan prestasi. Yakni, pada ajang lomba International Youth Excursion Network (IYEN) Award di Malaysia. Ia ingin urai persoalan sampah dan ciptakan ruang ekonomi.


LUKMAN HAKIM, Blora


ADA banyak project di Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu, Blora untuk program pembangunan berkelanjutan. Salah satu mahasiswi Sekar Mahardika Putri terus bergelut dengan inovasi-inovasi baru.

Saat ini, dirinya bersama tim yang beranggotakan Ajeng Ar Rayhaani Cindy Hartono sedang membuat projek aplikasi untuk mengurai sampah dan merubahnya menjadi bernilai ekonomis.

“Jadi, kami dari mahasiswa PEM Akamigas berhasil menciptakan inovasi aplikasi daur ulang sampah di Malaysia bernama Ecolink,” ungkap mahasiswi Program Studi (Prodi) Teknik Pengolahan Migas itu.

Lomba yang diikuti bertajuk International Youth Excursion Network (IYEN) Chapter Inspiration Youth in Diversity Kuala Lumpur, Malaysia. Sekar dan tim dituntut untuk menciptakan inovasi untuk kehidupan manusia dan pembangunan berkelanjutan.

Sehingga, tercetuslah pembuatan prototipe aplikasi Ecolink yang dipresentasikan ke ajang internasional tersebut. ’’Alhamdulillah, mendapatkan Juara 2 Best Project, Juara 2 Best Presentation, dan Best Team,” ujarnya.

Mahasiswi semester 3 itu mengungkapkan, sering membuat riset mengenai bio gas, bio etanol, yang tentunya membutuhkan limbah-limbah yang ada. Namun, kondisi di sekitar kampusnya susah untuk mencari bahan limbah yang dibutuhkan.

’’Susah banget mencari, otomatis kami beli. Jadi, aplikasi ini berguna mengumpulkan sampah-sampah,” ungkapnya. Selain itu, dengan pengembangan aplikasi tersebut, sampah-sampah yang masih menjadi persoalan saat ini bisa diurai.

Pasalnya, aplikasi yang sedang dikembangknya itu bisa digunakan untuk mendata dan mengumpulkan sampah. Setelah terkumpul, sampah bisa didaur ulang. ’’Kami sebenarnya ingin mengurangi pengangguran, dengan cara mengumpulkan sampah,” ungkapnya.

Dengan aplikasi Ecolink, sampah yang dikumpulkan bisa menjadi nilai ekonomi bagi para pengepul. Sebab, setiap setoran sampah, penyetor akan mendapatkan poin. Selanjutnya, poin tersebut bisa ditukar menjadi uang.

’’Bisa menjadi benefit, ke depannya Indonesia bisa terhindar dari masalah sampah,” kata perempuan asal Magetan tersebut. Sekar mengatakan, selain sampah rumah tangga, ampas tebu juga dimasukkan ke aplikasi dan situs yang sedang dikembangkan.

Ada sekitar sembilan orang yang terlibat, dengan tugas yang berbeda. Mulai pengembangan aplikasi, website, dan desain project awal. ’’Ke depannya aplikasi Ecolink ini akan ada website-nya, dengan fitur-fitur yang bakal ditambah,” ujar dia.

Sekar mengaku sudah terbiasa mengikuti ajang internasional, pada 2024 lalu dirinya juga mendapatkan penghargaan di Malaysia Technology Expo, dengan membuat inovasi pohon dari alga. Selain itu, pembangkit listrik tenaga air laut.

Menurutnya, untuk pengembangan aplikasi Ecolink butuh biaya cukup besar. Pihak Malaysia berkenan untuk membantu mengembangkan project yang digarap Sekar dan timnya di PEM Akamigas Cepu. (*/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Aplikasi #Pengolahan #mala #Limbah #PEM Akamigas #inovasi #Sampah #daur ulang #cepu #IYEN #Politeknik Energi dan Mineral (PEM) #NILAI EKONOMI #prototipe #magetan #Ecolink #blora #website