Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Lukman Hakim, Perajin Kostum Asal Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro: Langganan Juara Coswalk, Pesanan hingga Luar Jawa

Yuan Edo Ramadhana • Senin, 20 Januari 2025 | 19:35 WIB
KOSTUM ARMOR: Lukman Hakim mengenakan kostum armor karakter Kamen Rider Dooms Geats buatannya sendiri. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
KOSTUM ARMOR: Lukman Hakim mengenakan kostum armor karakter Kamen Rider Dooms Geats buatannya sendiri. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

Sulitnya mencari pekerjaan membuat Lukman Hakim selaku pehobi cosplay (costume play) membuka usaha pemesanan kostum pada 2024. Perjalanannya tak singkat. Mulai belajar dari luar kota hingga kini membuat kostum sistem pre-order dengan harga Rp 2,5 juta hingga Rp 6 juta.


YANA DWI KURNIYA WATI, Bojonegoro


BERPAKAIAN dan berpenampilan seperti karakter fiksi untuk menginterpretasikan atau meniru alias cosplay menjadi tren sejak 1990-an. Geliat peragaannya pun masif bermunculan. Tidak jarang siswa sekolah menengah pertama (SMP) mulai tertarik dan menekuni hingga menjadi ladang ekonomi.

Seperti Lukman Hakim, pehobi cosplay sekaligus perajin kostum asal Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota. Dalam satu kesempatan, Lukman menunjukkan beberapa foto saat dirinya menjadi cosplayer. Terlihat dalam gambar dirinya penuh percaya diri memeragakan beberapa karakter.

Di antaranya kostum armor hingga karakter anime/manga Naruto. Dia pun mulai bercerita perjalanannya sebagai cosplayer hingga berhasil membuka studio pembuatan kostum sendiri di 2024. ’’Ber-cosplay sejak 2014. Suka ini sejak 2005 saat SMP. Awalnya, karena kagum dengan cosplay yang diberitakan majalah-majalah,” ucapnya.

Kemudian, mulai membeli baju berbau anime di 2012. Dan, pada 2013 dia melihat karnaval budaya dengan berbagai kostum seni. Mengaku melihat banyak orang meminta foto, dia teringat video karnaval di Jepang yang memakai kostum anime.

Pria 33 tahun itu menyampaikan, karena kegemarannya itu merambah hingga ingin mempelajari dan mempratikkan cara membuat kostum armor pada 2015. Awalnya, berniat dipakai sendiri, tapi berlanjut pada 2016 membuka commission kecil-kecilan lingkup pertemanan.

Akhirnya, pada 2017 mulai buka secara umum, meski skala kecil. ’’Namun, pada 2022 mencari pekerjaan sulit. Akhirnya, saya memutuskan untuk mendalami pembuatan kostum armor di studio teman di Jombang. Kemudian, 2024 memberanikan diri pulang ke Bojonegoro buka studio sendiri dengan nama Studionem,” bebernya.

Adapun pembelian kostum menggunakan sistem pre-order atau prapesan. Harga dibanderol mulai Rp 2,5 juta sampai Rp 6 juta. Lukman mengatakan, pemesanan di studionya datang dari luar kota hingga luar Pulau Jawa.

Lukman juga masih aktif mengikuti lomba cosplay. Tak jarang ia memperoleh juara coswalk. Juara itu ia kantongi dari beberapa kabupaten/kota seperti Kediri, Surabaya, Malang, Tulungagung, Blitar, Gresik, Tuban, sampai Nganjuk. (yna/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Sukorejo #Coswalk #SMP #blitar #gresik #Armor #studio #anime #surabaya #majalah #pekerjaan #perajin kostum karnaval #cosplay #pre-order #karnaval #Ekonomi #tuban #cosplayer #karakter fiksi #bojonegoro #tulungagung #Pehobi #kostum #kediri #nganjuk #malang #naruto