Agus Saifur Rochman menjadi salah satu wasit asal Bojonegoro bakal memimpin Piala Soeratin tingkat Jatim pertengahan Januari mendatang. Kesempatan tersebut langkah awal bisa capai mimpinya memimpin pertandingan di level Nasional hingga Internasional.
IRVAN RAMADHON, Bojonegoro
JOGGING menjadi agenda rutin yang dilakukan Agus Saifur Rochman setiap hari. Pemuda berprofesi wasit tersebut mempersiapkan diri menjalakan tugas sebagai wasit yang memimpin gelaran Piala Soeratin tingkat Provinsi Jawa Timur (Jatim) pada 17 Januari mendatang.
Selain itu, wasit berlisensi C2 itu juga berpotensi ditugaskan untuk memimpin Liga 4. Selain jogging, Agus sesekali berlatih angkat beban di gym. Tentu untuk menyiapkan fisik memimpin pertandingan sepak bola di tingkat provinsi tersebut.
Terlebih kesempatan itu menjadi pengalaman kali pertama memimpin pertandingan di level provinsi. ’’Sejak 2020 banyak memimpin pertandingan di level kabupaten, baru tahun ini ditugaskan memimpin di provinsi. Terlebih baru tahun lalu mendapat lisensi C2,” ungkap wasit asal Kecamatan Kapas tersebut.
Agus sangat menantikan kesempatan memimpin Piala Soeratin dan Liga 4. Sehingga, berusaha sebaik mungkin mempersiapkan diri. Tentu aspek fisik menjadi hal utama dibutuhkan.
Juga menambah jam terbang dengan memimpin pertandingan di level kabupaten sementara ini. ’’Masih menunggu penugasan dari Asprov PSSI Jatim. Untuk Piala Soeratin di Kabupaten Nganjuk sudah pasti. Namun, untuk Liga 4 menunggu pembagian dan pergantian tugas. Bisa juga ditugaskan di putaran kedua mendatang,” jelasnya.
Pemuda sudah menjadi wasit selama lima tahun tersebut sadar memimpin pertandingan di tingkat provinsi dan kebupatan jauh berbeda. Mulai dari level permainan, suasana stadion, hingga tekanan pada mental lebih tinggi.
’’Suasana stadion di luar Bojonegoro tentu berbeda,” ungkapnya. Agus tertarik menjadi wasit karena sudah jatuh cinta kepada sepak bola. Sehingga, jika tidak menjadi pemain, maka wasit menjadi profesi yang bisa dilakukan untuk mendapat penghasilan di lapangan.
’’Awalnya hobi bermain sepak bola,” ujarnya. Pengalaman selama lima tahun sebagai wasit, Agus sudah kenyang suka duka di lapangan. Paling sering mendapat intimdasi dari pemain hingga suporter.
Baik dengan kata-kata kotor hingga tindakan fisik ketika tidak menerima keputusan wasit. Namun, Agus tidak terpancing intimidasi tersebut dan menjaga hingga tetap berusaha membuat keputusan tepat.
Agus bertekad meningkatkan level dunia perwasitan di Bojonegoro hingga Nasional bahkan Internasional. Salah satunya dengan menjadi wasit di tingkat provinsi maupun Nasional ke depan.
Sehingga, bisa memberi contoh pada wasit junior lainnya. ’’Kualitas wasit di Bojonegoro bagus dan berpotensi untuk mencapai level Nasional,” terangnya. (*/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana