Sejak duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (MTs), Yuli Fajriati sudah belajar menulis kaligrafi. Berbagai prestasi sudah diraih perempuan 2022 tahun tersebut.
IRVAN RAMADHON, Bojonegoro.
KALIGRAFI sudah ditekuni Yuli Fajriati sejak duduk di bangku MTs atau sekitar 10 tahun. Yuli tertarik pada kaligrafi karena memiliki susunan yang indah. Selain itu, terkesan dengan keunikan setiap huruf dalam kaligrafi.
Perempuan asal Desa Tanggungan, Kecamatan Ngraho ini mendapatkan berbagai manfaat sebagai penulis kaligrafi. Mulai dari memelajari kandungan ayat dan mengingat ayat Alquran ketika membuat karya kaligrafi Arab, meningkatkan kesabaran dan ketenangan, bahkan mengembangkan keterampilan dan imajinasi.
Yuli sudah meraih berbagai prestasi di bidang kaligrafi. Seperti Juara 3 Kaligrafi Kontemporer Keresidenan Bojonegoro, Tuban, Lamongan 2017 lalu hingga terbaru Juara 3 Kaligrafi Kontemporer MTQ Bojonegoro 2024.
Sebenarnya alumni Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro tersebut tidak menyangka mampu meraih prestasi di MTQ Bojonegoro 2024.
Sejak awal pasrah dan berniat untuk cari pengalaman. Juga sarana bertemu dan berinteraksi dengan para master kaligrafi Bojonegoro, dengan peserta lomba lainnya. Terlebih persiapan dilakukan hanya tujuh hari.
‘’Di mulai pengumpulan karya untuk babak penyisihan, kemudian dinyatakan lolos dan setelah itu mengikuti babak final seminggu setelahnya,” ungkap peraih Juara 2 Lomba Karikatur yang diselenggarakan oleh Prodi PGMI Unugiri 2022 lalu.
Persiapan dilakukan Yuli seperti latihan membuat bentuk atau sketsa lafadz, latihan penempatan lafadz dan pewarnaan. Selain itu mempersiapkan alat-alat untuk lomba seperti kuas, cat acrylic, pallet, dan busa.
Yuli sadar prestasi diraih tidak terlepas dari usaha telah dilakukan. Juga hasil belajar bersama guru kaligrafi di bangku Mts maupun Madrasah Aliyah (MA). Hingga doa dari orang-orang terdekat.
‘’Tentunya tidak terlepas dari takdir yang diberikan Allah SWT sehingga diberi kesempatan mendapatkan prestasi,” jelas perempuan lahir pada 2002 tersebut.
Selama mengikuti MTQ Bojonegoro yang berlangsung November lalu, ada beberapa kendala dihadapi Yuli ketika mengikuti lomba. Di antaranya minim persiapan, alat lukis kurang memadai dan rasa minder yang begitu besar.
Untungnya segala kekurangan tersebut dapat teratasi berkat dukungan dari teman-teman yang telah membersamai selama lomba.
‘’Waktu itu saya mengingat sebuah pesan dari seseorang bahwa Apapun itu kamu sudah berusaha melakukan yang terbaik, entah bagaimana hasilnya yang pasti Gusti Allah tau apa yang sedang kita usahakan, berdoalah (minta) kepada Gusti Allah, kamu harus yakin kasih sayang Gusti Allah itu lebih besar dan lebih luas dari apa yang kamu bayangkan. Dan rasa minder hilang,” jelas Juara 3 Kaligrafi Kontemporer Porseni Bojonegoro Tingkat MA 2019.
Ke depan Yuli ingin terus mengikuti lomba kaligrafi demi memperoleh pengalaman yang berharga untuk terus belajar dan mengembangkan diri di bidang kaligrafi. Selain itu, berharap ilmu dimiliki dapat diamalkan dan bermanfaat bagi orang lain. (*/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana