Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Melihat Para Guru di Kecamatan Jati Mementaskan Seni Ketoprak: Lestarikan Budaya Lokal, Juga sebagai Sarana Hiburan

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 21 Desember 2024 | 18:00 WIB
SENI KETOPRAK: Para guru di Kecamatan Jati menggelar pagelaran seni ketoprak lakon Kebo Mercuet Gugur di aula kantor Korwil Bidik Jati, Rabu (18/12). (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
SENI KETOPRAK: Para guru di Kecamatan Jati menggelar pagelaran seni ketoprak lakon Kebo Mercuet Gugur di aula kantor Korwil Bidik Jati, Rabu (18/12). (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

Kreativitas perkumpulan guru di Kecamatan Jati mengembangkan seni lokal berupa ketoprak pantas diacungi jempol. Mereka juga melibatkan para siswa agar mengenal kesenian ketoprak. Sebanyak 30 guru terlibat dalam olah seni peran ketoprak tersebut.


LUKMAN HAKIM, Blora


GURU-guru di Kecamatan Jati sangat kreatif dalam olah seni peran ketoprak. Layaknya pertunjukan teater, mereka melakonkan cerita Kebo Mercuet Gugur. Lengkap dengan atribut yang melekat menambah pertunjukan atau pentas seni lebih atraktif.  

Salah satu guru SDN 3 Selogender Muji Hartono mengungkapkan, pemilihan lakon Kebo Mercuet Gugur merupakan kesepakatan perkumpulan guru di Kecamatan Jati. Butuh tiga minggu latihan untuk memadukan alur cerita dengan karakter yang dibawakan masing-masing guru.

’’Kegiatan itu pun dilakukan setiap pulang sekolah, seusai pembelajaran,” ungkap pria 40 tahun tersebut. Muji mengatakan, ada 30 guru dari berbagai mapel yang turut terlibat. Ditambah sepuluh siswa sebagai penambah lakon yang diperagakan.

Pihaknya mengaku bakal terus melanjutkan dan melestarikan budaya yang telah turun temurun. ’’Mungkin nanti satu bulan sekali kami latihan, ke depan agar bisa tampil kembali,” kata Muji.

Menurutnya, guru-guru yang melakonkan karakter di seni ketoprak itu selain mengembangkan kesenian lokal, juga sebagai sarana hiburan. ’’Memang sibuk dengan kegiatan belajar mengajar, tapi itu juga sebagai sarana hiburan kami,” bebernya.

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat solidaritas dan kesadaran akan pentingnya peran guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Acara ini juga sebagai bentuk rasa syukur atas dedikasi dan pengabdian guru-guru di Indonesia.

Perlu diketahui, pagelaran seni ketoprak itu digelar di aula kantor Koordinator Wilayah Bidan Pendidikan (Korwil Bidik) Kecamatan Jati dalam rangka Hari Guru Nasional dan HUT ke-79 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Terpisah, Bupati Blora Arief Rohman berharap kesenian ketoprak para pendidik yang diberi nama Dwija Jati Budaya itu ke depannya bisa menghibur dan berkelanjutan. ’’Nanti kami lihat, kalau bagus ya bisa diundang ke pendapa,” jelas Bupati.

Bupati juga mengapresiasi kegiatan yang telah dilaksanakan para guru-guru tersebut. Menurutnya, baru kali pertama ada kesenian ketoprak yang diperankan oleh para guru di Kecamatan Jati. Tentunya menandakan, bahwa Kecamatan Jati ini sangat peduli dengan kesenian dan kebudayaan

’’Insyaallah, nanti kami akan mendukung upaya pelestarian ini. Apalagi yang lain ini kepala sekolah guru-guru, tentunya ini juga memberikan pembelajaran pada murid didiknya,” terangnya.

Bupati menambahkan, pelestarian kebudayaan ketoprak harus terus dilakukan. Sehingga, seni budaya di Blora, khususnya di Kecamatan Jati ini terus lestari. Hal itu menunjukkan komitmen para guru di Kecamatan jati selalu memberikan contoh untuk murid-murid lewat pagelaran kesenian ini.

’’Luar biasa ini bapak ibu guru berkenan melestarikan kebudayaan dengan main ketoprak,” pungkasnya. (*/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Arief Rohman #Guru #seni #seni lokal #indonesia #jati #kesenian #Pulang Sekolah #Lakon #seni peran #karakter #Siswa #PGRI #Cerita #SDN #ketoprak #blora #atribut #bupati blora