Meski baru sekitar tiga bulan menekuni cabor pentaque. Namun, Moh. Arsyad Almu'alim berhasil meraih medali perunggu nomor Triple Mix A cabang olahraga (cabor) petanque Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jatim
IRVAN RAMADHON, Bojonegoro.
“ALHAMDULILLAH, saya sangat senang bisa mendapat medali perunggu,” ungkap Moh. Arsyad Almu'alim ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (3/12).
Arsyad harus berjuang keras untuk meraih medali perunggu pada Popda Jatim. Terlebih sebagai atlet petanque termuda yang berlaga di tingkat provinsi, atlet 11 tahun tersebut berkompetisi dengan atlet-atlet senior dari berbagai daerah di Jatim.
Puncaknya pada pertandingan sengit melawan atlet dari Kabupaten Sidoarjo. Terlebih lawan dinilai tangguh. Namun, dengan fokus dan menerapkan hasil latihan mampu memenangkan pertandingan yang memperebutkan juara tiga tersebut.
‘’Ingin terus berlatih dan berkembang agar bisa membawa lebih banyak medali untuk Bojonegoro di masa depan,” ungkap atlet asal Desa Sidomukti, Kecamatan Kepohbaru tersebut.
Arsyad sebenarnya baru sekitar tiga bulan mengenal olahraga pentaque. Tepatnya bermula melalui seleksi atlet pentaque untuk perwakilan Kecamatan Kepohbaru di Porkab Bojonegoro Agustus lalu.
Setelah tampil mengesankan pada Porkab siswa MI Tarbiyatus Shibyan Kepohbaru itu dipanggil untuk bergabung dengan pemusatan latihan cabang (Puslatcab) petanque Bojonegoro.
Sehingga menjalani latihan lebih serius dan rutin di bawah bimbingan pelatih berpengalaman, hingga semakin matang dalam teknik serta mental bertanding.
Pada puslatcab Arsyad mendapat kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya dan belajar lebih dalam tentang strategi permainan. Tentu dari para pelatih serta rekan-rekannya yang lebih senior.
‘’Ternyata setelah ikut latihan di puslatcab, semakin suka. Bisa belajar banyak, apalagi teman-teman dan pelatih selalu mendukung,” ucap siswa kelas 5 tersebut.
Berkat dedikasi dan latihan intensif, kemampuan Arsyad semakin terasah dan berhasil lolos sebagai wakil Bojonegoro untuk berlaga di ajang Popda Jatim 2024 pada November lalu.
Prestasi di Popda menjadi membuktikan bahwa bakat atlet kelahiran 2 Juli 2013 itu terus berkembang berkat latihan dan dukungan diperoleh di Puslatcab.
Pelatih Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Bojonegoro Yossyan mengatakan, Arsyad anak yang punya kemauan belajar tinggi dan daya juang yang luar biasa. Walau masih muda, ketika berhadapan dengan lawan yang lebih senior tidak gentar. Justru semakin semangat untuk tampil maksimal.
‘’Arsyad memiliki potensi besar,” jelasnya.
Ketua FOPI Bojonegoro Anam Syaifuddin mengapresiasi capaian Arsyad yang membanggakan dan memberikan harapan baru bagi olahraga petanque di Bojonegoro. Terlebih sebagai atlet muda sudah menunjukkan kemampuan luar biasa.
“Medali perunggu di nomor Triple Mix A ini adalah hasil kerja keras Arsyad dan dukungan dari berbagai pihak. Kami di FOPI Bojonegoro sangat bangga dan berharap agar prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda lain untuk menekuni petanque,” ujarnya.
Menurut Anam, prestasi yang diraih Arsyad adalah bukti pentingnya pembinaan atlet sejak dini dan perlunya dukungan dari berbagai elemen masyarakat.
“Di FOPI, kami akan terus mendukung perkembangan bakat-bakat muda seperti Arsyad, baik dari segi pelatihan, fasilitas, maupun kesempatan bertanding di berbagai kejuaraan. Kami berharap prestasi ini dapat memacu semangat anak-anak lain untuk terjun ke dunia olahraga dan mengukir prestasi,” ungkapnya. (*/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana