Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Mengenal Teguh Wicaksono, Wasit Renang Lisensi B Nasional: 10 Tahun Jadi Wasit, Bertekad Memajukan Olahraga Renang

Yuan Edo Ramadhana • Senin, 7 Oktober 2024 | 18:30 WIB

 

BERPENGALAMAN: Teguh Wicaksono telah menekuni dunia olahraga renang kurang lebih selama 14 tahun. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
BERPENGALAMAN: Teguh Wicaksono telah menekuni dunia olahraga renang kurang lebih selama 14 tahun. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

Berawal menjadi petugas kompetisi renang, kini Teguh Wicaksono konsisten menekuni dunia olahraga renang hingga 14 tahun. Bahkan, telah memiliki lisensi B nasional.


YANA DWI KURNIYA WATI, Bojonegoro


SUARA riuh penonton meramaikan kolam renang Bojonegoro Water Sport (BWS), Sabtu siang lalu (5/10). Peluit pelatih perenang turut menambah gemuruh. Sahut-menyahut antarsuporter terdengar jelas. Saat itu, sedang berlangsung kompetisi antarklub renang pertama di Bojonegoro.

Ada satu sosok cukup mencolok di antaranya, namun berada di baris para panitia. Yakni, Teguh Wicaksono. Pria kelahiran 1991 asal Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas. Dalam satu kesempatan, wartawan Jawa Pos Radar Bojonegoro bersama Teguh berjalan bersama menuju area barat kantin kolam renang hingga duduk dan berdiskusi.

Ternyata, prestasinya di bidang olahraga terutama renang tak bisa dipandang sebelah mata. Ia berhasil menjadi wasit nasional hingga internasional. ’’Mulai menekuni ini awalnya pada 2010 diajak kakak tingkat menjadi bagian dari kompetisi renang. Karena belum berlisensi wasit juri jadi sebutannya masih petugas,” ungkapnya.

Dari ajakan itu, lanjut dia, terus mengikuti kegiatan atau kompetisi renang dan ambil peran di dalamnya. Itu berlangsung sampai 2013 hingga dirinya berhasil meraih lisensi C provinsi untuk wasit renang.

Sehingga, bila ditotal, pria juga menjabat Sekretaris Akuatik Bojonegoro itu telah berkecimpung di dunia renang selama 14 tahun. ’’Kalau sebagai wasitnya saja sekitar sepuluh tahun,” imbuh dia. Selama menjadi wasit, berbagai kabupaten di Jatim sampai kota besar di Indonesia banyak ia kunjungi.

Sebab, menjadi juri kejuaraan hingga skala internasional. Di antaranya ASEAN University Game 2014 di Palembang; ASEAN School Game 2019 di Semarang; dan terbaru ASEAN University Game 2024 di Surabaya.

’’Menjadi wasit skala provinsi, nasional, dan internasional ini sangat berbeda. Kalau nasional sebenarnya masih sama dengan internasional,” ujar lulusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Penjaskesrek) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu.

Dia menyampaikan, menjadi wasit skala nasional dan internasional dituntut tidak melakukan kesalahan sedikit pun. Tekanan dialami berbeda jika dibandingkan dengan skala daerah atau provinsi.

’’Dari pengalaman ke berbagai daerah di Jatim dan kota besar lainnya ini membuat saya ingin membuat Bojonegoro demikian. Maju di bidang olahraga, khususnya akuatik yang sebenarnya ada lima cabor (cabang olahraga) di dalamnya. Ada renang sampai OWS atau renang perairan terbuka," jelas pria juga menjabat Kepala SDN Pilang Kecamatan Kanor itu.

Sehingga, ia berharap dan bertekad, melalui Akuatik Bojonegoro semakin banyak kompetisi diselenggarakan untuk mencari dan membentuk bibit atlet renang profesional. Sebab, menurutnya, sebelumnya hanya ada satu kompetisi. bahkan tidak ada dalam setahun.

’’Jadi, bisa bertambah kompetisi atau kejuaran di bidang renang ini. Bisa beberapa kali salam setahun,” pungkasnya. (*/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kecamatan #Pilang #cabang #Desa #Penjaskesrek #kapas #Pelatih #radar bojonegoro #olah raga #University #renang #wasit #olahraga #nasional #Kompetisi #perenang #Wicaksono #BWS #bojonegoro #antarklub #game #Lisensi #Teguh #SDN #asean #unesa #Jawa Pos #kalianyar #wartawan #panitia