Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Aulia Rizki Azmi Azizi, Peraih Medali Emas Bidang Bahasa Indonesia di OSSN 2023: Pernah Enam Kali Gagal Masuk Perguruan Tinggi

Yuan Edo Ramadhana • Rabu, 21 Agustus 2024 | 17:56 WIB

 

 

MEMBANGGAKAN: Aulia Rizki Azmi Azizi cukup membanggakan setelah berhasil meraih Medali Emas Bidang Bahasa Indonesia di OSSN 2023. (DEWI SAFITRI/RADAR BOJONEGORO
MEMBANGGAKAN: Aulia Rizki Azmi Azizi cukup membanggakan setelah berhasil meraih Medali Emas Bidang Bahasa Indonesia di OSSN 2023. (DEWI SAFITRI/RADAR BOJONEGORO

Aulia Rizki Azmi Azizi sempat tertolak masuk perguruan tinggi sebanyak enam kali. Namun, remaja 19 tahun ini cukup semangat dan pantang menyerah, akhirnya berhasil masuk perguruan tinggi impian.


DEWI SAFITRI, Bojonegoro


SOROT bahagia menguar seiring dengan lantang nama Aulia Rizki Azmi Azizi disebutkan. Mengiringi langkah menuju ke panggung di Pendapa Malowopati Sabtu (17/8).

Atas prestasi membanggakan sebagai peraih Medali Emas Bidang Bahasa Indonesia dalam kompetisi Olimpiade Sains dan Statistika Nasional (OSSN) 2023.

Rizki sapaan akrabnya diundang secara khusus untuk mendapat penghargaan pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-79 Kemerdekaan RI di Bojonegoro.

Tidak hanya meraih Medali Emas Bidang Bahasa Indonesia dalam OSSN 2023. Mahasiswa baru Universitas Airlangga (Unair) Surabaya tersebut juga memiliki segudang prestasi membanggakan lainnya.

Di antaranya, Peraih Medali Emas Bidang Bahasa Indonesia Dalam Kompetisi Tingkat Nasional Bertajuk OSSN 2023. Peraih Medali Perak Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Internasional yang diselenggarakan oleh IYSA di Universitas Udayana. Peraih Medali Perak Bidang Fisika Indonesia dalam Kompetisi Tingkat Nasional Bertajuk OSSN 2023. Dan, beberapa prestasi lainnya yang berhasil didapatkan.

Laki-laki 19 tahun tersebut aktif mengikuti beragam kompetisi sejak duduk di bangku kelas 11 SMA. Memperbanyak prestasi untuk mempermudah masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN) impian menjadi motivasi yang menjadi pecut semangatnya.

‘’Saya memperbanyak prestasi saat SMA biar mudah masuk kuliah. Terakhir ikut lomba saat kelas 12 di tingkat Internasional,’’ ujar alumni SMAS Unggulan Amanatul Ummah Surabaya tersebut.

Dia menceritakan, saat di pondok mengikuti pelajaran dengan sistem dauroh. Jadi, materi diselesaikan dalam waktu 5 semester dan setiap minggu ada tryout. Sehingga, saat kelas 12 sudah fokus untuk persiapan masuk ke perguruan tinggi.

Menjalani sistem pembelajaran dengan jadwal padat telah menjadi rutinitasnya. Mulai pagi hingga pukul 12.00 pelajaran formal baru selesai dilaksanakan. Kemudian, pukul 13.00 sampai 16.00 pelajaran tahfidz. Setelah istirahat, dilanjut dengan pengajian dan ngaji kitab hingga pukul 20.00.

‘’Baru bisa belajar sesuai kemauan sendiri pada pukul 20.00 hingga 21.00,’’ lanjutnya.

Meski telah mempersiapkan segalanya dengan matang. Namun, keberhasilan untuk mencapai keinginan tidak langsung didapatkan. Seolah ingin menguji sejauh mana tekad Rizki untuk memperjuangkan mimpi.

Dia sempat ditolak sebanyak enam kali oleh perguruan tinggi. Mulai dari gagal masuk PTN impian, yakni Unair melalui golden tiket dan seleksi nasional berbasis prestasi (SNBP).

Kemudian, ditolak dua kali melalui golden tiket Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan juga tidak lolos dalam seleksi Politeknik Kesehatan (Poltekes). Serta, tidak lolos dalam seleksi nasional berbasis tes (SNBT).

Berulang penolakan tidak membuat Rizki lantas menyerah. Mental kuat dan semangat untuk mengejar impian terus menyala hebat dalam diri remaja tinggal di Jalan Kyai Mojo Gang Buyut Pani V/30 Ngrowo, Bojonegoro tersebut. Hingga membuahkan hasil manis, yakni berhasil masuk ke perguruan tinggi impian, di Unair Surabaya melalui jalur mandiri prestasi. Dengan melampirkan sertifikat-sertifikat kompetisi dan jalur tahfidz.

‘’Dari dulu ngincer Unair. Gara-gara enam kali tertolak, saya sampai mendaftar 4 mandiri sama semua. Yakni, mandiri Unair dengan jurusan yang sama,’’ tutur Mahasiswa Baru Jurusan Pengobat Tradisional,Fakultas Vokasi, Unair Surabaya tersebut.

Dia mengatakan, sangat ingin masuk di jurusan Fisioterapi Unair. Bahkan, sampai telah mempersiapkan untuk mempelajari materi-materi dasar di Fisioterapi. Seperti, pijat hingga bekam. Bahkan, ia juga telah terbiasa melakukan pijat kepada orang-orang untuk mengasah kemampuan. Namun, Tuhan berkehendak lain. Yakni, ditetapkan sebagai mahasiswa Pengobatan Trandisional. Meski tidak sesuai dengan jurusan impian pada awalnya, namun ia tetap semangat dan bertekad untuk terus mencetak prestasi.

‘’Saya ingin mengembangkan bakat dan membantu banyak orang. Hidup itu inginnya terus membantu orang,’’ pungkasnya. (*/msu)

 

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#mahasiswa #HUT ke 79 #bahasa indonesia #bidang #peraih mendali emas #SNBP #bojonegoro #SNBT #unair #ptn #Poltekes #unesa #perayaan