Usia Gista Febrian Syaputri baru 15 tahun. Namun, sudah hafal Alquran 10 juz, juga mahir berpidato empat bahasa.
DEWI SAFITRI, Bojonegoro.
Suara lantang dalam berpidato menguar dari gadis cilik 15 tahun di atas panggung. Gista Febrian Syaputri sudah terbiasa berpidato dalam empat bahasa sekaligus.
Di antaranya, Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab. Bahkan, juga mengembangkan kemampuannya berbahasa Rusia. Juga, sudah menggunakan Bahasa Rusia sebagai tambahan pidato.
‘’Suka kartun Marsya and The Bear, kemudian tertarik ingin belajar Bahasa Rusia juga. Eh lama-lama malah ketagihan bahkan sudah memakai Bahasa Rusia untuk tambahan pidato,’’ ujarnya.
Perempuan asal Desa Pajeng, Kecamatan Gondang itu mulai mengembangkan bakatnya sejak duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah (MI). Bermula ketika berhasil mendapat juara pidato.
Juga, undangan untuk berpidato empat bahasa di sebuah acara kemah literasi. Saat itu mendapat uang saku atas bakatnya. Sehingga, Gista lebih bersemangat untuk terus latihan dan mengembangkan kemampuannya dalam berpidato.
Sejak kecil Gista sudah suka panggung. Kepercayaan dirinya tampil di depan banyak orang terus terasah. Terlebih ketika masuk di pesantren yang dirasa sangat melatih mentalnya untuk lebih percaya diri dalam menguasai panggung.
Bagi Gista, hobi berbicara di depan umum menjadikannya lebih percaya diri dalam berbagi ilmu dan pengetahuan yang dimiliki. Selain itu, membuatnya menjadi lebih dikenal dan memiliki banyak teman.
Tidak hanya berpidato, Gista juga hobi lain yang membuat ia menjadi semakin produktif. Di antaranya, membaca novel dan aneka jenis buku menarik, baca dan cipta puisi, menari, pramuka, hingga tilawah Alquran. Tak jarang juga mendapat juara atas bakat-bakat yang dimilikinya.
Berbagai kejuaraan yang berhasil dimenangkannya. Di antaranya, Juara 1 Tartil AlQuran Se-Kecamatan Gondang, Juara 2 Pidato Bahasa Arab, dan Juara 1 Pidato Bahasa Indonesia.
Selanjutnya, Juara 1 Lomba Puisi Kunjungan Unida Gontor, Juara 3 Lomba Cipta Baca Puisi Event ATMOSA Stebi Al Rosyid, serta berbagai kejuaraan lainnya berhasil dimenangkan.
Gista ingin menjadi mubaligh dan dai. Agar dapat berpidato sekaligus menyampaikan banyak pelajaran kepada orang sekitar. Meski tidak mudah, namun bertekad mewujudkan mimpinya. Yakni, menjadi penceramah dengan gelar licentiate (Lc).
‘’Sekarang fokus hafalan, semoga bisa khatam 30 Juz. Setelah itu, ingin kuliah ke Mesir,’’ ujar santri Al Rosyid tersebut.
Gista menyampaikan, banyak pengalaman yang didapatkan sejak berada di pondok. Baginya, hidup harus dijalani dengan baik. Karena diri sendiri juga nantinya yang akan mendapat segala kebaikan tersebut. (*/msu)
Editor : Hakam Alghivari