Deretan karya lukis terpajang indah dalam pigura di rumah Muhayatun Khoiriyah. Meski bukan dari lulusan seni rupa, namun keahlian perempuan 28 tahun tersebut dalam seni lukis tidak diragukan lagi.
Setiap karya yang dihasilkan berhasil membuat kagum setiap mata memandang. Selain berhasil mengabadikan setiap keindahan melalui lukisan. Dia juga berhasil menjadikan setiap lukisannya bernilai seni tinggi yang mengagumkan.
Muhayatun mulai berkecimpung di dunia seni lukis sejak kuliah di semester akhir, sekitar 2018 lalu. Tepatnya, belajar dari teman yang mengenalkannya dengan komunitas seni rupa beranggotakan anak-anak muda memiliki hobi melukis.
Dari komunitas tersebut, bakat melukis yang dimilikinya terus terasah dan berkembang. ’’Memilih berkecimpung di bidang seni lukis karena memiliki potensi. Jadi, tugas saya untuk mendalami seni rupa dan menciptakan karya indah untuk dinikmati banyak orang,” ujar perempuan asal Desa Megale, Kecamatan Kedungadem tersebut.
Bagi Muhayatun, melakukan pekerjaan di bidang seni merupakan suatu hal menyenangkan. Terlebih, saat bermain warna untuk mencari rupa terbaik yang akan di aplikasikan pada kanvas untuk menciptakan sebuah lukisan indah.
Muhayatun mengatakan, paling suka melukis lingkungan sekitar. Seperti, ayam peliharaan, sungai, dan aneka buah yang banyak ditemui di desanya. Keinginan untuk menciptakan keindahan melalui lukisan menjadi pemantik semangat tersendiri baginya untuk terus berkarya.
Ia juga ingin memiliki banyak koleksi lukisan dengan berbagai aliran. Meliputi, naturalisme, realisme, hingga ekspresionisme. ’’Ingin karya saya bisa terus mewarnai kehidupan ini agar lebih indah dan menyenangkan bagi orang-orang,” harapnya.
Keahlian Muhayatun di bidang seni lukis, membuat tidak sedikit orang mengira ia merupakan sarjana seni rupa. Bahkan, sedikit yang mengira, bahwa pelukis tersebut adalah sarjana pendidikan agama Islam.
Latar belakang pendidikan yang berbeda dengan bidang yang digeluti, terkadang membuat Muhayatun merasa kesulitan. Terlebih, ketika memahami keinginan pasar ketika pameran. Namun, hal itu tidak membuat patah semangatnya.
Ia terus belajar dan mencari tahu dengan sering sharing bersama akademisi seni rupa. Hal tersebut menjadi inspirasi tersendiri baginya untuk terus mengepakkan sayap di bidang seni lukis. ’’Saya pernah mengikuti pameran lukis dari kanvas di dalam dan luar kota,” lanjutnya.
Seni lukis tidak hanya menjadi hobi yang digeluti oleh alumni mahasiswi IAI Sunan Giri Bojonegoro tersebut. Namun, juga telah menjadi ladang penghasilan untuk meraup pundi-pundi rupiah.
Bahkan, menjadi kebanggaan tersendiri baginya karena bisa bekerja dengan enjoy sesuai dengan hobi. ’’Jika pekerjaannya tepat, saya jarang merasa lelah. Terlebih, ada banyak teman dari berbagai kalangan usia yang saling support dan menyenangkan,” pungkasnya. (*/bgs)
Editor : Hakam Alghivari