Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Kedungkluweh, Pertautan Jejaring Intelektual Islam Blora-Bojonegoro, Penyebaran Islam Jalur Sungai Periode 1800 Masehi

Hakam Alghivari • Selasa, 9 April 2024 | 20:30 WIB

 

 

MAKAM SENTONO: Situs Makam Sentono di Desa Bangkle, Kecamatan Blora sedang dikunjungi peziarah. Lokasinya tak jauh dari Kali Lusi.
MAKAM SENTONO: Situs Makam Sentono di Desa Bangkle, Kecamatan Blora sedang dikunjungi peziarah. Lokasinya tak jauh dari Kali Lusi.

Kedungkluweh tercatat dalam manuskrip sebagai pusat dakwah Islam di Blora, jejaring intelektual Islam periode 1800 Masehi (M).  Ada relasi sanad keilmuan yang kuat dengan Padangan, Bojonegoro.

LUKMAN HAKIM, Blora


NAMA Kedungkluweh sudah hilang di peta Kabupaten Blora saat ini. Karena telah berubah nama menjadi Kelurahan Bangkle. Hal itu terbukti pada peta Blora buatan Belanda yang ditelusuri Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Peta itu masih menyebut Kedungkluweh sebagai wilayah. Berbatasan langsung dengan Jenar yang mana saat ini masih tetap dinamai Jenar. ’’Kedungkluweh saat ini sudah berubah nama menjadi Bangkle, kalau masyarakat menyebutnya Kedungkluweh ya di kedung (Kali Lusi),” ujar Pengamat Sejarah Blora Totok Supriyanto.

Posisi Kedungkluweh berada di dekat lintasan Kali Lusi. Toponim itu menjadi sahih bila melihat jejak penyebaran Islam melaui jalur sungai.  Totok menjelaskan, pada periode 1800 M, lokasi tersebut menjadi simpul peradaban Islam.

Di Blora sendiri, bukti literatur tentang Kedungkluweh sebagai pusat dakwah Islam sulit ditemui. ’’Saya malah menemukan bukti-bukti itu setelah mendapat kabar ada Manuskrip Padangan yang menyebutkan terjadi pertautan keilmuan yang menyebut spesifik nama Kedungkluweh,” ungkapnya.

Status Kedungkluweh sebagai pusat dakwah Islam periode 1800 M, tercatat empiris dan diabadikan pada sejumlah lembar Manuskrip yang ditulis Mbah Abdurrohman Klotok (Padangan) pada lembar kolofon kitabnya.

Terdapat keterangan: Hari rabu malam waktu (duha?), bulan puasa tanggal 13 tahun Dal 1236 H (14 Juni 1821 M). Pemiliknya berada di Biladi Jipang Padangan, “Kampung Pakuncen”. Kitab ditulis di Biladi Blora, “Kampung Kedungkluweh”. Wa sohibul Kitab Fath al-Muin: Wan Khaji Abdurrohman Fiddarinur. (luk/bgs)

 

Editor : Hakam Alghivari
#Dakwah #sejarah #islam #bojonegoro #blora