Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Andi Anggono, Guru Pegiat Fotografi Asal Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Sulap Dapur Nenek Jadi Ruang Produksi

Hakam Alghivari • Sabtu, 6 April 2024 | 19:20 WIB

Dinding rumah kayu itu tampak kusam tanda bangunan sudah tua. Rumah lawas itu tentu banyak cerita, karena menjadi saksi dinamika rumah tangga neneknya Andi Anggono, salah satu guru pegiat fotografi di Desa/ Kecamatan Ngasem. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk tetap produktif, salah satunya Andi Anggono menyulap bangunan dapur kuno menjadi ruang nyaman untuk berkarya.

Bahkan, hampir setiap hari, pemuda di sekitaran Desa/Kecamatan Ngasem mengunjungi ruang hasil restorasi itu. Bangunan berdinding kayu, meja, dan kursi kuno, hingga ranjang tua menghiasi ruangan sederhana bertuliskan ‘Grandma’s Kitchen’ itu.

 Nama tersebut terinspirasi dari melihat kondisi dapur dan banyaknya benda-benda yang dari peninggalan neneknya. ‘’Ini memang benar-benar bekas dapurnya mbah (nenek), karena sudah tidak terpakai semenjak nenek meninggal (sekitar 3 tahun lalu),” ungkap Andi, sapaan akrabnya.

 Pria yang juga berprofesi guru desain komunikasi visual (DKV) di SMK Taruna Mandiri Kecamatan Ngasem itu menceritakan, ide merombak dapur neneknya muncul berawal saat pandemi berlangsung 2021 silam, dan aktivitasnya terpaksa mandek akibat pembatasan. Seiring berjalannya waktu, tempat tersebut mulai banyak dikenal lingkungan sekitar dan digunakan murid-muridnya untuk belajar di luar kelas.

 Ternyata, dengan dekorasi ruangan tersebut, kian menambah produktivitas dan semangat untuk berkarya. ‘’Anak-anak lebih nyaman kalau belajar dengan suasana santai,” jelasnya.

 Namun, Andi tak hanya membatasi ruangan tersebut untuk murid atau dirinya sendiri, bahkan tempat tersebut bak museum yang bisa dikunjungi siapa pun. Tak jarang, mulai dari orang-orang yang sehobi yakni fotografi, hingga berbeda profesi, kerap memanfaatkan ruang itu untuk belajar bersama.

‘’Karena dulu saya punya mimpi saat melihat banyak generasi sekarang menyukai fotografi. Akhirnya membuat lingkungan yang nyaman, dan juga agar diterima oleh masyarakat meski pun tinggal di desa,” terang pria yang pernah enam tahun merantau ke Dubai, Uni Emirate Arab itu.

 Akhirnya, lingkungan produktif tersebut kian memancing semangat anak muda lain untuk belajar bersama, bahkan selain fotografi juga terdapat kegiatan lain seperti belajar sablon. ‘’Tidak hanya untuk fotografi saja, bisa menjadi tempat yang nyaman bertukar pikiran,” pungkasnya (*/msu)

Editor : Hakam Alghivari
#fotografi #DKV #produktif #bojonegoro