Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Aditya Andra Faersa, Pelukis Surealisme Asal Bubulan Ini Berharap Bojonegoro Jadi Kota Seni

Hakam Alghivari • Selasa, 28 November 2023 | 20:40 WIB

Aditya Andra Faersa, pelukis surealisme. (IST/RDR.BJN)
Aditya Andra Faersa, pelukis surealisme. (IST/RDR.BJN)

Hobi melukis Aditya Andra Faersa sudah tampak sejak duduk di bangku TK. Kini dia konsistem berkaya lewat tulisan, setiap karyanya mengandung makna.

DEWI SAFITRI, Radar Bojonegoro.


GORESAN kuas Aditya Andra Faersa berbuah karya. Beragam jenis lukisan karyanya terpajang indah. Perpaduan warna menyatu dengan sempurna membuat setiap mata terpesona.

Baginya, melukis adalah obat dari segala lelah dan stres. Ada kepuasan tersendiri saat berhasil menyelesaikan lukisan.

Jiwa seni melekat dalam diri pria yang akrab disapa Andra itu, sejak kecil. Bakat melukisnya sudah terlihat sejak duduk di bangku TK. Tidak berguru secara khusus, keahliannya bermula dari hobi. Kemudian, diasah dengan belajar otodidak.

‘’Sejak TK sudah suka menggambar. Waktu SMP baru lanjut melukis dengan cat,’’ tuturnya.

Tersimpan cerita yang disampaikan dalam setiap karyanya. Segala pahit manis pengalaman dituangkan di dalam lukisan. Di balik setiap keindahan karya, terdapat bahagia dan air mata yang menemani dalam perjalanan hidupnya.

Segala cerita tersebut dicurahkan melalui setiap detail lukisan hasil karyanya. Tak jarang, rasa haru datang saat berhasil menyelesaikan rentetan karya lukisnya. ‘’Setiap karya yang saya ciptakan, kebanyakan menceritakan pengalaman saya,’’ lanjutnya. 

Keahlian Andra dalam seni lukis tidak diragukan lagi. Beragam prestasi berhasil diraih sejak masih duduk di bangku sekolah.

Mulai dari juara II lomba desain batik tingkat kabupaten hingga juara III lomba cipta karya komik sejarah tingkat provinsi.

Ia bersyukur, dari hobinya mendapat banyak pengalaman. ‘’Sekarang saya juga bekerja sesuai dengan hobi. Yakni, melukis,’’ ujarnya.

Pemuda usia 23 tahun ini paling suka saat melukis sesuatu yang nyata, namun terlihat tidak nyata. Aliran surealisme menjadi ciri khas dalam setiap karyanya. ‘’Saya suka mengkreasikan suatu gambar. Sesuai dengan aliran surealisme yang merupakan gambar yang tidak mungkin ada di dunia nyata,’’ paparnya.

Di balik semua keahlian di bidang lukis, Andra memiliki sebuah kesedihan yang masih dirasa hingga saat ini. Yakni, kehilangan sosok seniman asal Jepara yang telah banyak mengajarinya tentang dunia seni. ‘’Saya belum bisa membalas semua kebaikannya, tapi beliau sudah meninggal dunia. Semoga segala amal ibadah dan kebaikan beliau diterima di sisi Allah,’’ tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Tidak hanya melukis, seniman muda asal Desa/Kecamatan Bubulan ini memiliki beragam keahlian dalam dunia seni.

Mulai dari melukis, menggambar,  menerjemahkan cerita dalam bentuk gambar, membuat beragam kerajinan, hingga bermusik. ‘’Semoga Bojonegoro bisa menjadi kota seni. Seperti, Bali, Jogja, Jepara, dan beberapa daerah lainnya,’’ harapnya. (*/msu)

Editor : Hakam Alghivari
#seni #Pelukis #bojonegoro #Surealis #muda #kota