RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM — Momentum Hari Kartini dimanfaatkan RSUD Padangan untuk memperkuat budaya pelayanan yang humanis dan inklusif. Direktur RSUD Padangan, dr. Ratih Wulandari, menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan yang setara sekaligus ramah melalui program unggulan “Operasi Tangkap Senyum” (OTS).
Program OTS merupakan gerakan internal yang menekankan prinsip 3S—senyum, sapa, dan salam—yang wajib diterapkan oleh seluruh civitas hospitalia. Mulai dari dokter spesialis, perawat, hingga petugas nonmedis seperti satpam, petugas kebersihan, dan sopir, semuanya dituntut menghadirkan keramahan dalam setiap interaksi.
“Budaya senyum dan menyapa ini bukan hanya untuk pasien dan keluarga, tetapi juga antarrekan kerja. Tujuannya untuk menciptakan lingkungan kerja yang positif dan saling mendukung,” ujar dr. Ratih.
Penerapan program ini dilakukan secara serius dan menyeluruh. Bahkan, jika ditemukan staf yang kurang menunjukkan keramahan, akan dilakukan pembinaan langsung oleh direktur guna menggali kendala yang dihadapi. Pendekatan ini diharapkan tidak sekadar menjadi formalitas, tetapi benar-benar membentuk budaya kerja yang berempati.
Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, RSUD Padangan juga mengangkat tema “Perempuan Berdaya, Akses Setara, Kepemimpinan Nyata, Layanan Publik Inklusif.” Dalam kesempatan tersebut, dr. Ratih menegaskan bahwa tidak ada perbedaan layanan kesehatan bagi pasien laki-laki maupun perempuan.
Baca Juga: RSUD Padangan Perkuat Layanan Katarak, Jadi Kebanggaan Masyarakat Bojonegoro
Ia juga menyoroti kuatnya peran perempuan dalam kepemimpinan rumah sakit. Secara historis, RSUD Padangan lebih banyak dipimpin oleh perempuan, dengan komposisi empat direktur perempuan dibandingkan tiga direktur laki-laki sejak berdiri.
Tidak hanya di level pimpinan, peran perempuan juga semakin luas di berbagai lini kerja. Profesi yang sebelumnya identik dengan laki-laki, seperti bidang teknologi informasi, sanitasi, hingga keamanan, kini juga diisi oleh tenaga perempuan.
Sebagai bagian dari perayaan, manajemen RSUD Padangan turut menggelar aksi sederhana namun bermakna, seperti tukar kado antarstaf dan pembagian permen kepada pengunjung. Kegiatan ini menjadi simbol berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat hubungan antara tenaga kesehatan dan masyarakat.
Melalui berbagai langkah tersebut, RSUD Padangan ingin menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya soal medis, tetapi juga menyangkut sentuhan empati, kesetaraan, dan suasana yang menenangkan bagi setiap pasien. (tih/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana