Kenalan Sama Uut Bambang Sugeng, Ayah Luna Maya yang Punya Darah Bojonegoro

Bhagas Dani Purwoko • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 17:19 WIB
ASAL-USUL: Ternyata Luna Maya berdarah Bojonegoro-Cirebon, bukan berdarah Bali.
ASAL-USUL: Ternyata Luna Maya berdarah Bojonegoro-Cirebon, bukan berdarah Bali.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Di balik kemegahan prosesi pernikahan aktris Luna Maya dan Maxime Bouttier yang kental dengan tradisi budaya Jawa, tersimpan jawaban atas rasa penasaran publik mengenai asal-usul keluarga sang aktris.

Dilansir dari laman KapanLagi, rahasia ini bermuara pada sosok sang ayah, mendiang Uut Bambang Sugeng. Lahir di Yogyakarta pada tahun 1951, Uut adalah seorang seniman serba bisa berpenampilan nyentrik, identik dengan rambut gondrong, kumis, dan jenggot, yang memiliki darah keturunan Cirebon dan Bojonegoro.

Ia berpulang di usia 45 tahun pada 28 November 1995, namun jejak kehidupannya baru saja diungkap secara mendalam lewat pameran seni "Double Flame" di Bali pada Desember 2024 lalu.

Memilih Bali Sebagai Kanvas Kehidupan

Banyak dari kamu mungkin bertanya-tanya, bagaimana ceritanya keluarga seniman keturunan Jawa ini bisa menetap dan membangun kehidupan di Bali? Kisah ini tercatat rapi dalam katalog pameran "Double Flame" yang ditulis oleh Arif Bagus Prasetyo. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Uut muda memutuskan untuk merantau demi mencari jati diri dan ruang berekspresi.

Baca Juga: Anti Mainstream, Mesin Kopi Jadi Suvenir di Resepsi Pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier

"Setelah tamat sekolah, ia pindah ke Bali untuk mereguk udara kebebasan hidup yang memungkinkan dirinya mengembangkan bakat seni secara leluasa," tulis Arif dalam katalog tersebut.

POTRET: Potret sang Ayah Luna Maya, Uut Bambang Sugeng.
POTRET: Potret sang Ayah Luna Maya, Uut Bambang Sugeng.

Kecintaannya pada kebebasan dan seni musik jugalah yang membawanya terbang jauh ke India pada tahun 1976. Sepulangnya dari perjalanan spiritual dan musikal tersebut, ia menikah dengan perempuan asal Austria, Desa Maya Waltraud Maier, dan memutuskan untuk menetap secara permanen di Pulau Dewata.

Dari Suksesnya Bisnis Batik hingga Kanvas Lukis

Uut adalah definisi nyata dari seniman yang tidak bisa diam. Panggilan jiwanya dicurahkan ke dalam berbagai medium seni. Setahun setelah menikah, proyek besar pertamanya adalah memproduksi karya batik. Bersama sang istri, ia mendirikan Boutique Banana. Hebatnya, karya batik ini sangat diminati hingga menembus pasar konsumen di Jepang!

Meski sibuk berbisnis, jiwa seninya terus meronta. Sepanjang dekade 1980-an hingga awal 1990-an, Uut berkelana ke berbagai belahan dunia seperti Australia, Jepang, Amerika, dan China untuk mempertajam kepekaan seninya. Pada titik tertentu, ia merasa medium batik tidak lagi cukup untuk menampung ledakan energi kreatifnya. Uut pun banting setir ke seni lukis, menuangkan realitas kehidupan di sekitarnya ke atas kanvas.

Kepergian Sang Seniman dan Warisan Abadi

Sayangnya, perjalanan hidup seniman asal Jawa ini harus berhenti di usia yang relatif muda, yakni 45 tahun. Katalog pameran tersebut mencatat akhir hayatnya dengan singkat namun menyisakan duka mendalam.

Baca Juga: Gaya Berpakaian Olla Ramlan di Resepsi Luna Maya dan Maxime Bouttier Tuai Sorotan Publik

"Pada 28 November 1995, ia meninggalkan dunia ini karena sakit mendadak," ungkap informasi dalam katalog tersebut, tanpa merinci diagnosis penyakit yang merenggut nyawanya.

Kini, puluhan tahun setelah kepergiannya, sang putri tercinta, Luna Maya, memastikan bahwa nama dan karya ayahnya tidak akan pernah mati. Dengan bangga, ia membagikan informasi eksibisi seni mendiang ayahnya kepada publik, lengkap dengan tautan QR Code menuju katalog pameran.

Bagi Luna yang merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara itu, Uut Bambang Sugeng lebih dari sekadar sosok ayah; ia adalah sebuah maha karya.

"When art becomes a legacy, it lives forever🤍🖼️" tulis Luna Maya dalam unggahan media sosialnya.

Nenek Luna Maya Asli Bojonegoro dan Kakeknya Asli Cirebon

Kakek Luna Maya diketahui bernama Sudjono, seorang pensiunan tentara berpangkat kapten, berasal dari Cirebon. Sementara ibunya berasal dari Bojonegoro.

Keterangan terkait asal-usul kakek-neneknya tersebut, Luna Maya pernah bercerita di kanal YouTube Crazy Nikmir REAL pada 13 Oktober 2022. Luna Maya menyebutkan, bahwa dirinya memang lahir dan besar di Bali.

Baca Juga: Jelang Pernikahan dengan Maxime Bouttier, Luna Maya Dapat Kejutan Bridal Shower di Hotel Mewah Shanghai

Namun, Luna Maya tidak berdarah Bali, karena sang Ayah berdarah Bojonegoro-Cirebon dan sang Ibu berdarah Austria. Beberapa warganet asal Bojonegoro pun banyak menyebut Nenek Luna Maya berasal dari Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
uut bambang sugeng desa maya luna maya cirebon bojonegoro