Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

4 Band Lokal yang Lagunya Kerap Jadi Musik Perlawanan Gen Z

Bhagas Dani Purwoko • Selasa, 21 Oktober 2025 | 00:31 WIB
LAGU PERLAWANAN: Lagu-lagu .Feast langganan jadi anthem ketika demonstrasi.
LAGU PERLAWANAN: Lagu-lagu .Feast langganan jadi anthem ketika demonstrasi.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Perkembangan musik band Indonesia tidak hanya berhenti pada era Iwan Fals atau Slank.

Sejak Reformasi, muncul gelombang band-band baru yang membawa panji kritik sosial dan politik dengan aransemen yang lebih segar dan lirik yang mewakili keresahan generasi digital atau Gen Z.

Lagu-lagu ini telah sukses menggantikan atau mendampingi lagu-lagu perjuangan klasik, menjadikannya backsound wajib yang membakar semangat massa aksi modern.

​Lagu-lagu band kiwari atau masa kini memiliki keunggulan: aransemen yang menarik bagi anak muda, dan lirik yang sangat relevan dengan isu-isu kontemporer, mulai dari korupsi, kerusakan lingkungan, hingga hilangnya kepercayaan pada pemimpin.

​Band dan Lagu Modern Pilihan untuk Anthem Demo

​Berikut adalah beberapa band Indonesia modern yang karyanya paling sering menggema dalam aksi demonstrasi dan cocok sebagai backsound perjuangan:

​1. .Feast

​Band rock yang dikenal agresif dan konsisten menyoroti isu-isu sosial politik. Karya-karya mereka seringkali dirilis bertepatan dengan momentum politik penting.

​"Kami Belum Tentu" (2018): Lagu paling populer di kalangan demonstran Gen Z. Liriknya yang gelap dan penuh pertanyaan menggambarkan kebingungan rakyat terhadap arah bangsa dan hilangnya kepercayaan pada wakil rakyat. Penggalan liriknya menjadi semacam slogan perlawanan modern.

​"Berita Kehilangan" (2018): Lagu ini memotret korban-korban yang gugur dalam suatu tragedi atau perjuangan. Menghadirkan nuansa kesedihan dan keberanian, lagu ini sering diputar sebagai penghormatan.

​"Politrik" (2024): Single terbaru dengan tempo cepat dan distorsi agresif, mengekspresikan kemarahan dan kekhawatiran terhadap kondisi sosio-politik yang penuh tipu daya.

​2. Efek Rumah Kaca (ERK)

​ERK dikenal dengan musik pop-rock yang puitis, namun liriknya sangat tajam dalam mengkritik. Mereka adalah jembatan penting antara musisi idealis klasik dan modern.

​"Mosi Tidak Percaya" (2008): Sesuai namanya, lagu ini adalah ekspresi kekecewaan dan sikap hilang kepercayaan terhadap kinerja pemerintah dan penyelenggara negara. Reff-nya yang mudah dihafal sering menjadi teriakan kolektif di tengah massa.

​"Di Udara" (2007): Sebuah lagu penghormatan untuk aktivis HAM Munir, yang menjadi simbol perjuangan melawan impunitas dan penegakan keadilan. Lagu ini menghadirkan refleksi mendalam dan perenungan perjuangan yang tidak boleh berhenti.

​3. Sukatani

​Salah satu band yang paling mencuri perhatian belakangan ini. Sukatani membuktikan bahwa kritik bisa dilontarkan dengan gaya yang lugas dan to the point.

​"Bayar Bayar Bayar" (2024): Lagu yang langsung menjadi viral dan anthem aksi massa karena liriknya yang satir dan sangat spesifik mengkritik buruknya pelayanan dan pungutan liar oleh oknum aparat. Popularitasnya bahkan sempat menimbulkan polemik, yang justru semakin menguatkan statusnya sebagai lagu protes.

​4. Seringai

​Band heavy metal asal Jakarta ini menyajikan energi yang mentah dan menggebu-gebu, sangat cocok untuk memompa semangat di garis depan.

​"Mengadili Persepsi (Bermain Tuhan)" (2007): Dengan riff gitar yang agresif, lagu ini menolak otoritas yang merasa paling benar dan mencoba "bermain Tuhan" dengan menjajah nalar publik. Teriakan "Individu merdeka!" sering menjadi seruan keras di tengah aksi.

​Fungsi Khusus Lagu Modern dalam Demo

​Representasi Keresahan Terbaru: Lagu-lagu seperti "Kami Belum Tentu" dan "Bayar Bayar Bayar" menyentuh isu-isu yang sangat up-to-date, mulai dari disrupsi teknologi, politik buzzer, hingga kinerja lembaga negara terkini, membuat pesan demonstrasi terasa lebih relevan.

​Pelecut Adrenalin dan Momentum: Musik rock yang agresif dari .Feast dan Seringai sangat efektif untuk memecah keheningan atau meningkatkan tensi semangat massa saat dibutuhkan dorongan moral. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#seringai #efek rumah kaca #slank #erk #Sukatani #Musik Perlawanan #feast #Bayar Bayar Bayar #Iwan Fals #Lagu perlawanan Indonesia