RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kegagalan Timnas Indonesia melanjutkan langkah di kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia menumbuhkan rasa kecewa dalam diri warganet Indonesia. Namun kemarahan tersebut tidak ditujukan untuk para pemain.
Melalui media sosial, masyarakat Indonesia ramai-ramai menumpahkan kekesalan mereka utamanya kepada dua sosok. Yakni Patrick Kluivert selaku pelatih Timnas, dan Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI. Namun Patrick paling ramai jadi sasaran, berhubung dirinya dianggap merusak tatanan permainan penggawa Timnas sepeninggal pendahulunya, Shin Tae-Yong.
Hingga Minggu sore (12/10), tercatat masyarakat menyerukan tagar #KluivertOut di X (dulu Twitter) dengan total 50.6 ribu cuitan. Tren serupa juga nampak di TikTok dan Instagram, dengan jumlah postingan kurang lebih sama di kedua platform tersebut, dan sama-sama memuncaki tren nasional.
Selain saling menyuarakan pendapat masing-masing dalam unggahan mereka, banyak pula yang memilih bersuara melalui foto dan ilustrasi grafis. Selain itu banyak pula yang mengunggah pemandangan menit-menit akhir pertandingan Indonesia melawan Irak, saat suporter Indonesia ramai-ramai meneriakkan nama Shin Tae-Yong sebagai wujud protes.
Ada pula yang membagikan suasana pasca pertandingan tersebut, yang menampilkan bertolak belakangnya sikap penggawa Timnas dengan staf kepelatihan mereka. Yakni, jajaran pelatih tidak ikut mampir ke tribun suporter bersama para pemain, sehingga menuai kritik warganet.
Bahkan para pegiat sepak bola Indonesia juga ikut bersuara menyikapi tren tersebut. Salah satunya anggota DPR RI, Andre Rosiade yang juga merupakan penasehat Semen Padang FC.
“Terima Kasih atas perjuangan Timnas Garuda. Tapi silakan Kluivert dkk. segera mengundurkan diri atas kegagalannya,” ujar pria yangs empat jadi mertua Pratama Arhan tersebut. Ujaran Andre banyak dibagikan oleh warganet, terlebih mengingat pribadinya yang sering bergesekan dengan PSSI dalam tingkat klub.
Tentu, tidak sedikit pula yang meminta agar Shin Tae-Yong kembali menjabat sebagai pelatih Timnas, Kebetulan, STY baru saja kembali berstatus tanpa pekerjaan, setelah ditendang dari kursi kepelatuihan Ulsan HD seminggu lalu (6/10).
Ketika disinggung mengenai masa depannya sebagai pelatih Timnas, Patrick Kluivert sendiri mengaku tidak tahu dan tidak yakin. “Yang jelas kita renungkan dulu apa yang telah kita capai sejauh ini. Saat ini saya belum ada jawaban jelas untuk masa depan saya, dan saya benar-benar tidak tahu apa yang terjadi,” ujarnya dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Total Kluivert menangani Timnas Indonesia dalam delapan pertandingan, dengan empat diantaranya berakhir kekalahan. Yang lebih parah lagi, hampir seluruh pertandingan yang berakhir kekalahan merupakan pertandingan kunci bagi skuad Garuda.
Rinciannya pada debut Patrick sebagai pelatih di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia, Indonesia dipukul 1-5 oleh Australia, kemudian dibantai 0-6 oleh Jepang. Dua sisanya terjadi pada putaran ke-empat, yakni kalah 2-3 dari Arab Saudi dan 0-1 dari Irak.
Sisanya, Patrick memimpin skuad Garuda menang tipis melawan Bahrain dan Tiongkok di kualifikasi Piala Dunia, plus satu kemenangan uji coba melawan Taiwan. Satu hasil imbang dipetik saat bermain imbang dalam uji coba melawan Lebanon. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana