RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Nama Yandy Laurens belakangan ini menjadi sorotan publik setelah film terbarunya, Sore: Istri dari Masa Depan (2025), resmi dipilih untuk mewakili Indonesia dalam kategori Best International Feature Film di ajang Oscar 2026.
Kabar itu disampaikan langsung oleh produksi film tersebut, Cerita Films lewat akun Instagram resminya.
"Film Sore: Istri dari Masa Depan terpilih menjadi perwakilan Film Indonesia untuk Best International Feature Film Oscar 2026. Kami terharu dan bersyukur. Terima kasih Komite Seleksi Oscar Indonesia yang sudah memilih film Sore sebagai wakil Indonesia di Academy Award," tulis akun @cerita_films, Selasa (9/9/2025).
Hal ini menandai babak baru dalam karier sang sutradara, sekaligus menjadi momentum penting bagi perfilman nasional yang semakin diperhitungkan di kancah internasional.
Tidak hanya mengandalkan cerita yang menyentuh hati, Yandy dikenal sebagai sosok pembuat film dengan sentuhan emosional yang khas. Ia mampu menyelami relasi antar tokoh dengan nuansa intim, lembut, dan penuh simbol. Hal inilah yang membuat karyanya selalu meninggalkan kesan mendalam bagi penonton.
Latar Belakang Yandy Laurens
Yandy Laurens lahir dengan nama lengkap Alexander Yandy Laurens pada 9 April 1989 di Makassar, Sulawesi Selatan. Ia menempuh pendidikan di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) jurusan Televisi dan Film, yang kemudian membentuk landasan kuat bagi kariernya sebagai sineas.
Sejak masa kuliah, Yandy sudah menunjukkan kepiawaiannya. Film pendek tugas akhirnya, Wan An (2012), berhasil menyabet Piala Citra untuk Film Pendek Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI). Karya tersebut juga memenangkan penghargaan di XXI Short Film Festival, termasuk kategori Favorit Penonton dan Pilihan Media.
Debut Film Panjang dan Terobosan Karier
Kesuksesan Wan An membuka jalan Yandy untuk berkarya di layar lebar. Film debutnya, Keluarga Cemara (Cemara’s Family, 2018), menjadi tonggak penting. Film adaptasi serial legendaris ini tidak hanya sukses secara komersial, tetapi juga meraih apresiasi kritis. Yandy bahkan meraih Piala Citra untuk Penulis Skenario Adaptasi Terbaik bersama Gina S. Noer.
Setelah itu, Yandy melanjutkan dengan film Falling In Love Like In Movies (2023), sebuah komedi romantis yang berhasil mendapatkan tujuh nominasi di FFI 2024, termasuk kategori Sutradara Terbaik dan Film Terbaik.
Pada 2024, ia kembali hadir lewat 1 Kakak 7 Ponakan (A Brother and 7 Siblings), sebuah drama keluarga yang meneguhkan reputasinya sebagai pembuat film yang konsisten menggarap cerita humanis.
Sore: Istri dari Masa Depan Menuju Oscar
Puncak pencapaian Yandy datang melalui film terbaru, Sore: Istri dari Masa Depan (2025). Film ini merupakan adaptasi dari web series populer yang ia buat pada 2017 dengan judul sama. Kisahnya mengangkat genre sci-fi romantis dengan sentuhan emosional khas Yandy, bercerita tentang Jonathan—seorang fotografer Indonesia di Kroasia—yang kedatangan wanita misterius bernama Sore, yang mengaku sebagai istrinya dari masa depan.
Proses syuting film ini berlangsung di tiga negara: Kroasia, Finlandia, dan Indonesia, demi menampilkan visual yang mendukung atmosfer cerita. Pemilihan lokasi lintas benua juga menjadi simbol kuat perjalanan emosional kedua karakter utama.
Dengan gaya sinema yang lembut namun kuat, Sore akhirnya dipercaya Komite Seleksi Oscar Indonesia untuk mewakili Tanah Air ke ajang Academy Awards ke-98 tahun 2026.
Gaya Sinema Unik: Berbisik, Bukan Berteriak
Yandy dikenal memiliki gaya bercerita yang unik: membangun emosi lewat kesunyian, keintiman, dan detail kecil. Karyanya lebih memilih berbisik daripada berteriak, sebuah gaya yang jarang ditemui di perfilman komersial Indonesia.
Pendekatan inilah yang membuat karya-karyanya seperti Keluarga Cemara, Yang Hilang dalam Cinta (miniseri Disney+ Hotstar, 2022), hingga Sore: Istri dari Masa Depan terasa autentik dan menyentuh.
Penghargaan & Pengakuan
Sejumlah prestasi telah diraih Yandy Laurens sepanjang kariernya:
-
Festival Film Indonesia (FFI):
-
Piala Citra Film Pendek Terbaik untuk Wan An (2012)
-
Piala Citra Penulis Skenario Adaptasi Terbaik untuk Keluarga Cemara (2019)
-
-
FFI 2024:
-
7 nominasi untuk Falling In Love Like In Movies
-
-
Fortune Indonesia 40 Under 40 (2025):
-
Masuk daftar 40 tokoh muda paling berpengaruh di Indonesia.
-
Kehadiran Sore: Istri dari Masa Depan di Oscar 2026 menandai langkah penting bagi perfilman nasional. Meski Indonesia sudah 27 kali mengirimkan film untuk kategori Best International Feature Film sejak 1987, belum ada satupun yang berhasil masuk nominasi resmi. (kam)
Editor : Hakam Alghivari