RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Film Jurassic World: Rebirth yang sudah ditunggu-tunggu akhirnya tayang! Dibintangi nama-nama keren kayak Scarlett Johansson dan Mahershala Ali, film ini punya janji besar untuk memberikan "kelahiran kembali" bagi franchise dinosaurus kesayangan kita. Tapi, apakah janjinya terpenuhi? Sayangnya, menurut IGN, film ini malah terasa biasa-biasa saja dan cenderung mengulang pola lama.
Awal yang Menjanjikan, Akting Ciamik, Tapi Kok Gitu Aja?
Sutradara Gareth Edwards (yang dikenal dengan Godzilla dan Rogue One) sebenarnya mencoba membawa napas baru ke awal film Jurassic World Rebirth. Kamu bakal merasakan suasana horor yang menegangkan, lengkap dengan scoring musik yang mengingatkan kita pada film-film monster klasik. Jujur, bagian pembuka ini sukses bikin kita penasaran!
Plus, jangan lupakan performa Scarlett Johansson dan Mahershala Ali. Akting mereka adalah salah satu poin paling kuat di film ini. Mereka berhasil jadi magnet di layar, bikin kita betah ngelihat interaksi mereka di tengah kekacauan dinosaurus. Sayangnya, dua elemen positif ini nggak cukup untuk menopang keseluruhan film.
Terlalu "Aman" dan Kebanyakan Bumbu
Kritikus Clint Gage dari IGN memberikan nilai 5 dari 10 untuk Jurassic World Rebirth karena film ini dinilai terlalu "aman" alias frustratingly safe. Alih-alih memberikan evolusi atau ide segar, film ini malah terasa mengikuti "cetak biru" film Jurassic Park yang pertama, tanpa inovasi yang berarti.
Salah satu masalah utamanya? Terlalu banyak alur cerita dan tema yang ingin dimasukkan. Akibatnya, fokus film jadi pecah dan penonton kesulitan untuk benar-benar peduli sama satu cerita pun. Kamu bakal melihat adegan-adegan yang seharusnya bikin takjub, tapi malah terasa nggak nyambung dengan perasaan karakternya. Bahkan, ada karakter keluarga Delgado yang, menurut review, terasa nggak terlalu penting buat plot utama.
Film ini juga punya dinosaurus mutan baru yang menyeramkan, "Distortus Rex," tapi ukurannya kadang terasa nggak konsisten. Janji untuk menghadirkan sesuatu yang baru dengan embel-embel "Rebirth" di judulnya, ternyata cuma berakhir jadi tontonan familiar tentang usaha bertahan hidup di pulau penuh dinosaurus.
"Lebih Banyak Gigi, Kurang Substansi"
Pada akhirnya, Jurassic World Rebirth gagal total dalam mewujudkan "kelahiran kembali" yang dijanjikan. Film ini justru jatuh ke dalam perangkap yang ingin disindir oleh Jurassic World sendiri: hanya menawarkan "lebih banyak gigi" (dinosaurus yang lebih banyak dan buas) tanpa adanya kedalaman atau substansi yang berarti.
Ini adalah film yang "medioker," artinya biasa-biasa saja. Tidak buruk sekali, tapi juga tidak istimewa. Kalau kamu mencari Jurassic World yang benar-benar baru dan segar, mungkin ini bukan jawabannya. (*)
Sumber Referensi: IGN
Editor : Bhagas Dani Purwoko