Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Sebanyak 186 Perselingkuhan Berujung Perceraian

Hakam Alghivari • Jumat, 21 Juni 2024 | 19:40 WIB
Ilustrasi perceraian.
Ilustrasi perceraian.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kasus perselingkuhan menjadi penyebab perceraian terbanyak ke tiga di Bojonegoro dalam waktu lima bulan terakhir.

Dari total 1.227 perkara perceraian per 31 Mei 2024. Sekitar 186 perkara disebabkan karena kasus perselingkuhan yang berujung pada perceraian.

Berdasar data dari Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro, terdapat sekitar 325 cerai talak dan 902 cerai gugat di Bojonegoro hingga Mei 2024. Dari jumlah total 1.227 perkara perceraian tersebut, didominasi oleh persoalan ekonomi sebanyak 631 perkara. Kemudian, 201 perkara karena judi online, 186 perceraian karena perselingkuhan, dan 209 perkara karena factor lain-lain.

‘’Perselingkuhan juga menjadi problem dalam perkara perceraian di Bojonegoro, dari jumlah tersebut terdapat 186 perceraian karena perselingkuhan,’’ ujar Panitera PA Bojonegoro Sholikin Jamik.

Dia mengatakan, alasan pasangan selingkuh paling banyak karena terjadi konflik dengan pasangan. Hal ini terjadi karena kurang adanya komunikasi dua arah. Sehingga, berujung pada kesalahpahaman yang akhirnya memunculkan masalah-masalah baru. Terlebih, ketika konflik terjadi secara berlarut-larut. Kemungkinan pasangan akan mencari pelarian kepada orang lain hingga terjadi perselingkuhan.

Selain itu, perselingkuhan juga dapat terjadi karena kurangnya hubungan seksual. Karena tidak adanya komunikasi yang baik, maka dapat merusak hubungan seksual antar pasangan. Sehingga, memicu untuk mencari kepuasaan dengan pihak lain. Terdapat juga perkara perselingkuhan yang berujung pada perceraian karena menganggap hubungan seksual bersama pasangan tidak ada variasi atau terlalu menoton.

‘’Persoalan komunikasi dengan pasangan menjadi alternatif yang jitu agar. Masing-masing pasangan harus bisa saling terbuka terkait kasus ini,’’ tuturnya.

Dia melanjutkan, kurangnya koneksi emosional antar pasangan serta merasa tidak dihargai juga menjadi penyebab perselingkuhan yang berujung pada perceraian di Bojonegoro. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa penting untuk menciptakan dan memelihara sebuah hubungan. Bahkan, pasangan harus saling terhubung antar kedua belah pihak.

‘’Inilah yang sering terjadi, bahkan banyak perselingkuhan juga terjadi karena situasi dan keadaan. Seperti, ditinggal terlalu lama oleh pasangan untuk bekerja,’’ pungkasnya. (ewi/msu)

Editor : Hakam Alghivari
#perselingkuhan #bojonegoro #pengadilan agama #perceraian