RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Gejolak kelangkaan sapi dan kenaikan harga daging sapi turut berdampak pada aktivitas perdagangan di Pasar Hewan Kecamatan Balen. Meski pasar tetap beroperasi setiap Kamis, jumlah pedagang dan sapi yang diperjualbelikan mengalami penurunan signifikan.
Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Dindagkopum) Bojonegoro Oryz Setiawan mengatakan, berdasarkan pemantauan pihaknya, jumlah pedagang yang beraktivitas di Pasar Hewan Balen kini hanya sekitar 20 orang. Padahal, dalam kondisi normal jumlahnya mencapai sekitar 50 pedagang.
Penurunan jumlah pedagang tersebut turut berdampak terhadap transaksi sapi. Jika biasanya sekitar 80-100 ekor sapi diperjualbelikan dalam sekali pasaran, jumlahnya kini hanya sekitar 40 ekor.
“Harga sapi sedang ke atas Rp 20-35 juta per ekor. Harga pedet atau bakalan Rp 12-13 juta per ekor. Harga daging sapi kemarin di pasar Rp 135-140 ribu per kilogram (kg). HAP (harga acuan pasar) Rp 140 ribu per kg,” jelas Oryz.
Baca Juga: Daging Sapi Langka, Jagal Tutup Usaha, Pedagang Sepakat Tutup
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri meminta pemerintah kabupaten melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait turun langsung melakukan pengecekan terhadap jumlah dan populasi sapi potong di wilayah Bojonegoro.
Menurut dia, pendataan populasi sapi siap potong penting dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan sekaligus menjaga kualitas daging yang beredar di masyarakat. Pemerintah juga dinilai perlu menggandeng pihak ketiga untuk melakukan pengawasan kualitas sapi.
“Disnakkan (Dinas Peternakan dan Perikanan) harus mengecek kondisi populasi sapi siap potong. Bekerja sama dengan pihak ketiga untuk memastikan sapi benar-benar dalam kondisi baik. Jangan sampai ada sapi gelonggongan. Khawatir masyarakat yang mengonsumsi terkena efek virus dan lainnya,” tegasnya. (yna/zim)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah