Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BELUM MERDEKA
Advertisement
langit Agustus menyapa dengan penuh harap
dan Agustus datang membawa angin yang masih sama
ketuk jendela ruang yang kian sepi
Advertisement
hari berganti tanpa banyak bersuara
tetapi namamu tetap menetap rapat di hati ini
Baca Juga: Puisi: Oleh Suharsono
memang aneh, bagaimana waktu terus berjalan maju
sedang rindu ini justru kian tenggelam padamu
di saat bulan ini riuh dengan segala cerita
Advertisement
Radar BojonegoroIkuti
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Artikel Terkait
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement


