RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Musim tanam tembakau di Bojonegoro masih berlangsung hingga saat ini. Dari total 15.958 hektare (ha) target yang dipasang Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro tahun ini.
Baru tercapai sekitar 10.409 ha hingga Selasa (7/7). Sehingga, masih kurang sekitar 5.549 ha untuk mencapai target yang telah ditentukan.
Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Muda sekaligus Subkoordinator Tanaman Perkebunan DKPP Bojonegoro, Bambang Wahyudi, menyampaikan sampai saat ini luasan tanam tembakau di Bojonegoro mencapai 10.409 ha.
Luasan tersebut masih berpotensi bertambah. Mengingat, musim tanam tembakau biasanya berakhir di Juli.
‘’Sampai hari ini luasan 10.409 ha. Kalau tembakau maksimal tanam biasanya Juli. Berarti masih memungkinkan ada tambahan luasan,’’ terangnya.
Baca Juga: Musim Kemarau Tiba di Bojonegoro, Petani Mulai Tanam Tembakau
Terkait target luas tanam yang dipasang DKPP tahun ini sebesar 15.958,19 ha. Lebih tinggi dibanding realisasi 2025 yang hanya sekitar 15.000 ha.
Bambang sapaannya, belum bisa memastikan apakah target tersebut akan tercapai atau tidak di 2026 ini. Karena keberhasilan tanaman tembakau sangat bergantung pada faktor cuaca.
‘’Mudah-mudahan cuaca mendukung. Karena faktor utama bisa tercapai (target) atau tidaknya karena faktor cuaca,’’ ujarnya.
Terpisah, Sekretaris Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Bojonegoro, Kiswanto, mengatakan bahwa musim tanam tembakau di Bojonegoro masih berlangsung.
Namun, terkait akan tercapai atau tidaknya target yang dipasang oleh DKPP tahun ini. Pihaknya belum memberikan tanggapan lebih lanjut.
‘’(Musim tanam tembakau) Masih berlangsung,’’ katanya. (ewi/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko