Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Rekomendasi Saham untuk Pemula: Panduan Memilih Saham dengan Bijak

Andhika Feriawan • Rabu, 8 Juli 2026 | 21:29 WIB
Ilustrasi seorang pria sedang membaca candlestick chart saham. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi seorang pria sedang membaca candlestick chart saham. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Investasi saham semakin diminati karena memberikan peluang pertumbuhan aset dalam jangka panjang. Namun, bagi pemula, memilih saham yang tepat sering kali terasa membingungkan. Banyaknya pilihan perusahaan di bursa membuat investor baru perlu memahami bahwa tidak semua saham cocok untuk dijadikan investasi awal.

Artikel ini membahas cara memilih saham bagi pemula serta beberapa kategori saham yang umumnya menjadi pilihan investor karena memiliki fundamental yang baik.

Mengapa Memilih Saham yang Tepat Itu Penting?

Sebagai investor pemula, tujuan utama bukanlah memperoleh keuntungan besar dalam waktu singkat, melainkan membangun portofolio yang sehat dan belajar memahami pergerakan pasar.

Oleh karena itu, memilih perusahaan dengan bisnis yang stabil dan kinerja keuangan yang baik menjadi langkah awal yang lebih bijaksana.

Kriteria Saham yang Cocok untuk Pemula

Sebelum membeli saham, perhatikan beberapa kriteria berikut:

Baca Juga: BEI Targetkan Batas Saham Publik 15%: 49 Emiten Raksasa Jadi 'Pilot Project', Termasuk BREN dan UNVR!

Rekomendasi Kategori Saham untuk Pemula

1. Saham Perbankan

Sektor perbankan sering menjadi pilihan investor jangka panjang karena memiliki peran penting dalam perekonomian. Bank-bank besar umumnya memiliki kinerja yang stabil dan rutin membagikan dividen.

Cocok untuk: Investor yang menginginkan pertumbuhan jangka panjang.

2. Saham Konsumsi

Perusahaan yang memproduksi kebutuhan sehari-hari cenderung memiliki permintaan yang stabil, sehingga lebih tahan terhadap perlambatan ekonomi.

Cocok untuk: Investor yang mencari kestabilan.

3. Saham Telekomunikasi

Kebutuhan internet dan komunikasi terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini membuat sektor telekomunikasi memiliki prospek yang menarik dalam jangka panjang.

Cocok untuk: Investor yang ingin berinvestasi pada sektor digital.

4. Saham Energi

Perusahaan energi dapat memberikan potensi keuntungan yang besar ketika harga komoditas sedang meningkat. Namun, sektor ini juga memiliki tingkat volatilitas yang lebih tinggi.

Cocok untuk: Investor yang memahami risiko fluktuasi harga komoditas.

5. Saham Infrastruktur

Pembangunan infrastruktur yang terus berlangsung dapat memberikan peluang pertumbuhan bagi perusahaan di sektor konstruksi, jalan tol, pelabuhan, maupun utilitas.

Baca Juga: IHSG Kembali Melemah ke Level 8.103: Sektor Teknologi Global Memerah, Saham CTTH dan NZIA Justru Terbang!

Cocok untuk: Investor dengan horizon investasi jangka panjang.

Tips Membeli Saham bagi Pemula

1. Mulailah dengan Dana yang Siap Diinvestasikan

Gunakan dana yang tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari maupun dana darurat.

2. Jangan Membeli Karena Ikut-ikutan

Hindari membeli saham hanya karena sedang ramai diperbincangkan. Lakukan analisis sederhana terhadap kondisi perusahaan.

3. Diversifikasi Portofolio

Jangan menempatkan seluruh dana pada satu saham. Sebarkan investasi ke beberapa sektor agar risiko lebih terkontrol.

4. Investasi Secara Bertahap

Membeli saham secara berkala dapat membantu mengurangi risiko membeli pada harga yang terlalu tinggi.

5. Fokus pada Jangka Panjang

Investasi saham umumnya memberikan hasil yang lebih optimal jika dilakukan dalam jangka panjang dibandingkan mengejar keuntungan cepat.

Risiko Investasi Saham

Meskipun memiliki potensi keuntungan yang tinggi, investasi saham juga memiliki beberapa risiko, seperti:

Memahami risiko tersebut akan membantu investor membuat keputusan yang lebih rasional.

Baca Juga: 5 Saham dengan Harga Diskon: Saatnya Serok Bawah Saham dengan Big Cap?

Kesimpulan

Bagi pemula, langkah terbaik dalam berinvestasi saham adalah memilih perusahaan dengan fundamental yang baik, memiliki bisnis yang mudah dipahami, serta berinvestasi secara konsisten dalam jangka panjang.

Hindari keputusan yang didasarkan pada rumor atau tren sesaat. Dengan disiplin, diversifikasi, dan terus belajar mengenai pasar modal, investasi saham dapat menjadi salah satu cara untuk membangun kekayaan secara bertahap.

Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif dan bukan merupakan rekomendasi atau ajakan untuk membeli maupun menjual saham tertentu.

Selalu lakukan riset mandiri (Do Your Own Research/DYOR) dan sesuaikan keputusan investasi dengan tujuan, profil risiko, serta kondisi keuangan Anda. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#saham untuk pemula #portofolio saham #investasi saham #saham perbankan #saham perusahaan