Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

DKPP Bojonegoro Proyeksikan Luas Tanam Tembakau 16.000 Hektare pada 2026

Dewi Safitri • Jumat, 5 Juni 2026 | 07:20 WIB
MENJEMUR TEMBAKAU: Petani sat menjemur tembakau, DKPP Bojonegoro menargetkan luasan tanaman tembakau 16.000 ha tahun ini, lebih tinggi dibanding realisasi luas tanam tembakau 2025 sekitar 15.000 ha. (HAKAM ALGHIFARI/RADAR BOJONEGORO)
MENJEMUR TEMBAKAU: Petani sat menjemur tembakau, DKPP Bojonegoro menargetkan luasan tanaman tembakau 16.000 ha tahun ini, lebih tinggi dibanding realisasi luas tanam tembakau 2025 sekitar 15.000 ha. (HAKAM ALGHIFARI/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Luas tanam tembakau di Kabupaten Bojonegoro tahun ini diproyeksikan meningkat dibanding tahun lalu.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro menargetkan luasan tanaman tembakau 16.000 hektare (ha), target tersebut lebih tinggi dibanding realisasi luas tanam tembakau pada 2025 sekitar 15.000 ha.

Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Muda sekaligus Subkor Tanaman Perkebunan DKPP Kabupaten Bojonegoro, Bambang Wahyudi membenarkan, adanya peningkatan proyeksi lahan tembakau. Dibanding realisasi luas tanaman tembakau di Bojonegoro pada 2025 lalu.

‘’Nggih (DKPP menaikan proyeksi luas tanam tembakau menjadi hampir 16.000 ha di tahun ini. Meningkat dibanding realisasi tahun lalu yang berada di kisaran 15.000 ha lebih),’’ ujarnya.

Baca Juga: Waspada Kemarau Panjang dan Dampak El Nino, Dekan Fakultas Pertanian Unigoro: Pilih Padi Berumur Pendek, Produksi Tembakau All Out

Menurutnya, untuk mendukung realisasi proyeksi luasan tanaman tembakau yang ditarget mencapai hampir 16.000 ha tahun ini. Terdapat dua faktor yang paling mendukung. Yakni, faktor iklim atau cuaca dan ketersediaan benih tembakau.

Untuk itu, para petani diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca. Di samping itu, memperbaiki manajemen tata ruang lahan.

Seperti, membuat gulutan yang cukup tinggi dan mengoptimalkan drainase mikro. Dengan begitu, air hujan tidak menggenang. Mengingat, genangan air dapat menyebabkan tembakau mati.

‘’Faktor yang paling mendukung bisa realisasi luasan segitu (16.000 ha). Di antaranya, pertama faktor iklim atau cuaca. Kedua, faktor ketersediaan benih,’’ pungkasnya. (ewi/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#luas tanam tembakau #dkpp #tanaman tembakau #bojonegoro #tembakau