Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Affiliator Jadi Peluang Raup Cuan Digital, Butuh Konsistensi dan Disiplin

Hakam Alghivari • Sabtu, 28 Februari 2026 | 08:00 WIB

DAGANG ONLINE: Bimbim, seorang host live shopping yang menjual helm mengandalkan platform TikTok.
DAGANG ONLINE: Bimbim, seorang host live shopping yang menjual helm mengandalkan platform TikTok.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Tren belanja online dan maraknya promosi lewat media sosial, profesi affiliator kian diminati sebagai sumber penghasilan tambahan. Sebagian kreator konten bahkan mampu menjadikannya ladang cuan yang serius.

Namun, bagi pemula, prosesnya tetap membutuhkan waktu, konsistensi, dan daya tahan mental. Dita Eka Muslida, perempuan asal Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, mulai mencoba program afiliasi sekitar 2022/2023.

Awalnya hanya iseng mengikuti tren. Ia mengunggah konten secara rutin dan menyematkan tautan produk e-commerce. Komisi pertamanya baru datang setelah dua hingga tiga bulan. “Awal komisi Rp 1.000 saja sudah seneng banget,” ujarnya.

Menurut pengakuannya, komisi yang ia peroleh tiap bulan saat ini cukup membantu untuk jajan bulanan hingga CO (check out) barang. Meskipun belum menjadi sumber utama, tetapi cukup membantu kebutuhan pribadi

Hasil komisi juga sangat bergantung pada konsistensi dan disiplin. “Lumayan buat beli jajan sambil CO barang kesukaan,” terangnya.

Sementara itu, Sika Kaha, creator konten lain asal Kecamatan Padangan memulai perjalanan afiliasinya pada 2023. Ia mendaftar affiliate karena ingin mencoba peluang baru di dunia digital.

Komisi pertama ia dapatkan sekitar lima bulan setelah mendaftar, berawal dari membagikan tautan produk kepada teman yang hendak berbelanja. Momen itu memberinya keyakinan bahwa peluang tersebut nyata, meski hasilnya belum besar.

Menurut Sika, anggapan affiliator sebagai jalan cepat mendapat cuan tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak selalu berlaku untuk semua orang. Hasil cepat bisa diraih jika sudah memiliki audiens kuat, konten konsisten, dan produk tepat sasaran.

Namun, bagi pemula seperti dirinya, penghasilan masih belum stabil dan lebih dianggap sebagai proses belajar memahami pola pasar digital. “Kalau sudah punya audiens yang kuat memang bisa cepat dapat komisi. Tapi, karena aku masih pemula jadi belum bercuan banget,” katanya.

Menjaga konsistensi dan mental menjadi tantangan terbesar. Ada kalanya sudah rutin membuat konten, tetapi penjualan tetap naik turun, bahkan nihil. Di titik itu, rasa lelah dan overthinking mudah muncul.

Meski begitu, dia memilih fokus pada proses. Baginya, berapa pun hasilnya tetap patut disyukuri, sembari terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan algoritma serta tren. “Dunia digital cepat berubah, jadi yang bisa bertahan adalah yang mau terus belajar dan beradaptasi,” jelasnya.

Bagi keduanya, afiliasi bukan hanya tren sesaat. Dengan menerapkan disiplin dan konsistensi, mereka melihat affiliator sebagai peluang jangka panjang, meski jalannya tak selalu semulus yang terlihat di layar. (kam/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kapas #e-commerce #konten #belanja online #Padangan #kreator konten #program afiliasi #Ekonomi #bojonegoro #digital #affiliator #Ladang Cuan