RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Tahun ini, perayaan dua hari besar berlangsung berdekatan. Yakni, Imlek dan Ramadan. Membuat libur panjang di 14-17 Februari. Permintaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji 3 kilogram (kg) atau gas melon diprediksi mengalami peningkatan.
Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menambah pasokan BBM dan elpiji melon ke Bojonegoro sekitar 22.960 tabung atau 50,4 persen.
‘’Stok BBM dan elpiji subsidi dipastikan dalam kondisi aman tercukupi dan seluruh infrastruktur telah disiagakan. Pertamina juga tetap standby di lokasi untuk memastikan penyaluran BBM dan elpiji 3 kg berjalan lancar,’’ kata Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi.
Dia melanjutkan, produk elpiji 3 kg menjadi primadona yang digunakan dalam aktivitas masyarakat. Guna menghadapi lonjakan permintaan, lanjut dia, memitigasi melalui pelaksanaan penyaluran fakultatif sebagai tambahan penyaluran di luar penyaluran reguler, terutama pada saat libur panjang atau peristiwa khusus, salah satunya Imlek dan Ramadan ini.
‘’Di sisi lain untuk layanan BBM, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus akan melaksanakan build up stock sesuai kebutuhan dan pengecekan sarfas SPBU secara intensif berikut pengecekan aspek quantity and quality (QQ) BBM,’’ terang Ahad.
Menurutnya, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menyiapkan penyaluran fakultatif lebih dari 68 persen dari rata-rata penyaluran harian dengan jumlah 1.096.295 tabung untuk seluruh wilayah Jawa Timur.
Dia berharap, jumlah ini dapat mencukupi kebutuhan aktivitas masyarakat selama libur panjang yang diikuti perayaan Imlek dan Ramadan 1447 Hijriah ‘’Sehingga masyarakat dapat menikmati long weekend dan dua perayaan hari besar kali ini dengan tenang,’’ harap dia.
Sementara itu, dia menjelaskan, untuk Bojonegoro ditambah 22.960 tabung dalam penyaluran fakultatif. Bertambah 50,4 persen dari penyaluran regular rerata harian 45.520 tabung.
Ahad meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena stok energi dalam kondisi aman dan tercukupi, serta mengimbau masyarakat tidak panic buying dan tetap membeli secara bijak sesuai kebutuhan.
‘’Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak membeli produk secara berlebihan, terutama elpiji. Masyarakat jangan mudah terpancing atas informasi yang belum tentu kebenarannya, jangan sampai kekhawatiran masyarakat dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,’’ tandas Ahad. (yna/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana