Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Petani Bojonegoro Mulai Panen Padi dan Jagung, Namun Harga di Lapangan Tak Sesuai HPP

Yana Dwi Kurniya Wati • Rabu, 14 Januari 2026 | 07:15 WIB
Postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 sekitar Rp 6,49 triliun. Masih tertinggi dibanding kabupaten tetangga. Dari total APBD tahun ini, sekitar Rp 2,3 triliun untuk infrastruktur.
Postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 sekitar Rp 6,49 triliun. Masih tertinggi dibanding kabupaten tetangga. Dari total APBD tahun ini, sekitar Rp 2,3 triliun untuk infrastruktur.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sebagian wilayah Bojonegoro mulai panen jagung. Seperti Kecamatan Malo dan Bubulan. Diprediksi panen raya sekitar pertengahan Februari.

Selain itu, di Kecamatan Dander dan sekitarnya mulai panen padi. Harga di lapangan tak sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP).

"Sekitar 25 persen yang sudah panen. Kemungkinan panen raya di minggu ketiga Februari," kata salah satu petani Desa Clebung, Kecamatan Bubulan Eka Nugraha kemarin (13/1).

Eka, sapaannya melanjutkan, dari obrolan sesama petani, harga saat ini Rp 4.000 per kilogram (kg) untuk jagung basah. "Sementara Rp 4.000 kalau belum turun lagi. Ini yang langsung dari panen," tambahnya.

Hamim petani asal Desa Trembes, Kecamatan Malo mengatakan hal serupa. Menurutnya, harga jagung basah turun blower di daerahnya Rp 4.500 per kg. Sedangkan, jagung kering seharga Rp 5.500 per jg. "Harga ini termasuk baik sedikit fluktuatif. Dan, yang memengaruhi ya musim," katanya.

Dia melanjutkan, sempat mengalami kendala saat musim tanam, yakni serangan hama tikus dan tupai. Sedangkan, sistem memanennya masih manual alias menggunakan tenaga manusia. "Panen ini sebenarnya variatif, ada juga yang mulai minggu ini panen," imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Pimpinan Cabang (Pincab) Badan Urusan Logostik (Bulog) Bojonegoro Ferdian Darma Atmaja menyampaikan, pihaknya kini menerima penawaran pembelian jagung. Meski saat ini belum ada yang menawarkan.

"Iya, kalau ada yang mau jual jagung pipil kering bisa ditawarkan ke bulog. Saat ini belum ada penawaran, mungkin mulai banyak yang jual di akhir Januari atau awal Februari karena banyak yang panen," bebernya.

Untuk syarat pembelian bulog, papar dia, meliputi pipil kering, kada air maksimal 14 persen, dan kadar aflatoksin maksimal 50 ppb. Tidak ada maksimal berat penjualan. Ferdian mengklaim, harga di pasaran di atas harga pembelian pemerintah (HPP) sedikit. Sesuai Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (Kepbapanas) Nomor 216 Tahun 2025.

Harga jagung pipil kering di tingkat petani senilai Rp 5.500 per kg, sedangkan di gudang perum bulog seharga Rp 6.400 per kg. "Sementara masih mengacu ketentuan itu. Belum ada keputusan (perubahan harga) dari pemerintah," pungkas dia.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Zainal Fanani mengatakan, beberapa daerah mulai panen jagung di antaranya Kecamatan Margomulyo, Tambakrejo, Ngambon, Sekar, Bubulan, dan Temayang. "Luasan di atas 1.000 ha (hektare)," tambahnya. (yna/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Bulog #jagung #malo #Panen #panen jagung #dkpp #Bubulan #Harga Pembelian Pemerintah #Petani #dander #panen padi #bojonegoro #padi #panen raya #hpp