Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Harga Wisata Luar Negeri Naik Turun, Pelaku Travel Ungkap Faktor Penentu Fluktuasi

Hakam Alghivari • Senin, 22 Desember 2025 | 19:48 WIB
Photo
Photo

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Perbedaan harga paket wisata luar negeri kerap menjadi pertanyaan calon pelancong. Dalam periode tertentu, biaya perjalanan bisa melonjak signifikan, meski destinasi dan durasi relatif sama.

Pelaku usaha travel menyebut, ada sejumlah faktor utama yang menentukan mahal atau murahnya paket wisata mancanegara.

Rohmat, Pemilik Safara Tour and Travel Bojonegoro menjelaskan, tiket pesawat menjadi komponen paling dominan dalam pembentukan harga.

Perubahan harga tiket, terutama saat musim ramai atau minim promo, langsung berdampak pada total biaya perjalanan.

“Yang paling berpengaruh itu tiket pesawat. Kalau dapat promo, harga paket bisa jauh lebih murah. Kalau tidak, otomatis naik,” ujarnya.

Selain tiket, jumlah peserta juga menjadi faktor penting. Semakin banyak peserta dalam satu rombongan, biaya per orang dapat ditekan karena pembagian biaya operasional.

“Kalau pesertanya banyak, harga bisa lebih murah. Tapi kalau hanya sedikit, tentu biayanya lebih tinggi,” kata Rohmat.

Faktor lain yang tak kalah berpengaruh adalah nilai tukar rupiah. Fluktuasi kurs, khususnya terhadap mata uang negara tujuan, sering kali membuat harga paket berubah meski harga dasar dari mitra luar negeri tetap.

“Misalnya, paket dari Malaysia harganya sama, tapi karena kurs ringgit naik terhadap rupiah, otomatis harga di Indonesia ikut naik,” jelasnya.

Rohmat mencontohkan, ketika nilai ringgit Malaysia naik dari kisaran Rp3.300 menjadi lebih dari Rp4.000, paket wisata yang sebelumnya sekitar Rp6 jutaan bisa meningkat hingga di atas Rp8 juta.

Di luar faktor tersebut, kondisi global seperti konflik geopolitik, wabah penyakit, hingga kebijakan maskapai juga turut memengaruhi stabilitas harga.

Namun, selama situasi relatif aman, permintaan wisata luar negeri masih terjaga. “Selama tidak ada perang atau pandemi seperti Covid-19, minat masyarakat tetap ada,” ujarnya.

Bagi calon wisatawan, Rohmat menyarankan agar lebih fleksibel dalam menentukan waktu keberangkatan dan terbuka pada sistem open trip atau konsorsium, karena opsi tersebut biasanya menawarkan harga yang lebih kompetitif.

“Kalau bisa ikut jadwal yang sudah ada dan gabung dengan peserta lain, biasanya harganya lebih terjangkau,” pungkasnya. (kam/bgs)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#kurs #fluktuasi #wisata luar negeri #nilai tukar #kondisi global #Harga paket #wabah penyakit #musim #harga tiket