RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Keterbatasan sebagai daerah non-metropolitan tak menghalangi pelaku usaha lokal untuk menembus pasar wisata mancanegara.
Safara Tour and Travel Bojonegoro membuktikan hal tersebut dengan mengembangkan layanan perjalanan luar negeri yang kini diminati pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia.
Didirikan pada 1 Januari 2010, Safara Tour berawal dari layanan wisata domestik. Lima tahun berjalan, pendirinya Rohmat, 46, melihat peluang baru minat masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya untuk bepergian ke luar negeri cukup besar.
“Saya lihat potensi itu ada. Orang Bojonegoro sebenarnya banyak yang ingin ke luar negeri, tapi biasanya cari travel dari Surabaya atau Jakarta. Dari situ saya pikir, kenapa tidak kita sediakan dari sini,” kata Rohmat saat ditemui.
Langkah ekspansi ke pasar mancanegara mulai dilakukan pada 2015, dengan menyasar pelanggan lama yang sebelumnya telah mengikuti paket domestik.
Respons positif menjadi titik awal berkembangnya layanan wisata luar negeri Safara Tour sejak 2016. Model pemasaran pun tumbuh secara organik.
Kepuasan pelanggan menjadi modal utama, terutama melalui rekomendasi dari mulut ke mulut. Menurutnya, kepercayaan dalam bisnis jasa jauh lebih menentukan dibandingkan promosi besar-besaran, meskipun pada saat itu media sosial tidak sepopuler sekarang.
“Kalau servisnya cocok, tanpa disuruh pun customer akan cerita ke teman dan keluarganya. Itu justru pemasaran yang paling efektif,” ujarnya.
Seiring waktu, jangkauan pasar Safara Tour meluas. Pelanggan tidak hanya berasal dari Bojonegoro, tetapi juga Tuban, Lamongan, Surabaya, hingga luar pulau.
Media sosial tetap dimanfaatkan. Namun, peran referensi pelanggan dinilai lebih konsisten mendatangkan peminat baru.
Di tengah dinamika ekonomi global, pria lulusan sarjana ekonomi itu melihat, perubahan cara pandang masyarakat terhadap wisata.
Jika dahulu perjalanan dianggap kebutuhan tersier, kini justru menjadi bagian dari kebutuhan utama untuk melepas tekanan rutinitas.
“Sekarang orang kerja makin stres. Travel itu bukan lagi sekadar jalan-jalan, tapi kebutuhan. Bahkan, dari level RT atau komunitas kecil sudah banyak yang berwisata,” katanya.
Safara Tour sendiri, saat ini melayani berbagai skema perjalanan, mulai dari grup besar hingga open trip bagi individu atau keluarga kecil, dengan tujuan Asia hingga Eropa.
Meski menghadapi tantangan seperti fluktuasi kurs, harga tiket pesawat, hingga kondisi global, Rohmat optimistis pasar wisata luar negeri dari daerah akan terus tumbuh.
“Selama tidak ada pandemi atau konflik besar, minat itu selalu ada. Potensinya masih sangat terbuka,” pungkasnya. (kam/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko