RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Perkembangan teknologi digital yang kian masif berdampak langsung pada pola hidup masyarakat.
Salah satunya terlihat dari meningkatnya kebutuhan alat bantu penglihatan akibat tingginya screen time penggunaan HP dan laptop. Kondisi ini sekaligus membuka peluang ekonomi di sektor optik dan kacamata.
Rischa, pemilik toko kacamata DR Eyewear yang berdiri sejak 2022 di Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro mengungkapkan, bahwa perubahan gaya hidup digital menjadi faktor utama meningkatnya permintaan kacamata dalam beberapa tahun terakhir.
“Pengaruh screen time ini karena memang perkembangan zaman yang serba digital. Mau tidak mau, sekarang tidak lepas dari layar gadget maupun laptop yang memiliki radiasi,” ujar Rischa saat diwawancarai.
Menurutnya, paparan layar dalam waktu lama berdampak pada kesehatan mata lintas usia. Bahkan, gangguan penglihatan tidak hanya dialami orang dewasa, tetapi juga anak-anak sampai lanjut usia.
“Sehingga, banyak dari anak kecil sampai yang orang tua mengalami gangguan penglihatannya,” lanjutnya.
Dari sisi ekonomi, Rischa mencatat tren penjualan kacamata menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Kacamata kini tidak hanya diposisikan sebagai alat kesehatan, tetapi juga bagian dari gaya hidup hingga fesyen.
“Perkembangan dari tahun ke tahun pembelian kacamata semakin meningkat. Dari yang memang untuk alat membantu penglihatan, sampai yang digunakan sebagai fesyen,” jelasnya.
Ia menambahkan, inovasi model dan jenis lensa turut memengaruhi minat konsumen. Hampir setiap bulan, produsen menghadirkan desain frame dan teknologi lensa baru yang lebih variatif dan mengikuti tren.
“Model frame dan jenis lensa itu beragam, sehingga banyak orang menjadi suka dan lebih peduli dengan kesehatan mata,” katanya.
Fenomena ini juga dirasakan langsung oleh kalangan muda. Lenny Nanda Novianti, 21, seorang mahasiswi asli Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro mengakui, kacamata kini tidak hanya dibutuhkan untuk membantu penglihatan, tetapi juga menunjang penampilan sehari-hari.
Baca Juga: Terbaru, 9 Cara Paling Efektif Mengatasi Anak Kecanduan HP atau Tablet
“Sangat membantu dari segi (alat bantu, red) melihat. Sangat membantu juga di bidang fesyen meskipun tidak minus,” ujar Lenny.
Menurutnya, desain kacamata yang modern membuat banyak anak muda tidak ragu mengenakan kacamata sebagai bagian dari identitas gaya, baik untuk aktivitas kuliah, bekerja, maupun bersosialisasi.
Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mata seiring tingginya paparan layar digital menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, khususnya di daerah.
Dengan penggunaan gadget yang diprediksi terus meningkat, kebutuhan kacamata baik sebagai alat bantu penglihatan maupun aksesori fesyen diperkirakan akan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan. (kam/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko