Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Bisnis Kuliner Bojonegoro Terus Beradaptasi, Pelayanan Jadi Kunci di Tengah Gempuran Promo Digital

Hakam Alghivari • Senin, 15 Desember 2025 | 21:44 WIB
Photo
Photo

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Perkembangan bisnis kuliner di Bojonegoro terus menunjukkan dinamika yang signifikan. Setelah promo digital kian mendominasi dan menggeser pola belanja masyarakat.

Pelaku usaha kini tidak lagi hanya berlomba soal diskon, tetapi juga memperkuat kualitas pelayanan dan pengalaman pelanggan, khususnya untuk segmen dine-in (makan di tempat).

Store Manager Emado’s Bojonegoro Andika Bima Setiawan menyebut, persaingan di industri kuliner saat ini menuntut pelaku usaha untuk lebih adaptif.

Menurutnya, ketika pengunjung datang langsung ke restoran, faktor pelayanan bisa saja menjadi pembeda utama di tengah ketatnya kompetisi pasar.

“Pengunjung yang datang di resto, itu kita mempersiapkannya lebih ke menjaga pelayanan publiknya bagaimana, pelayanan kualitas harus bagaimana juga untuk serving time juga harus cepat, tanggap, untuk staffnya juga harus ramah ataupun care sama sama customer,” ujar Andika.

Ia menegaskan, persaingan tidak selalu harus dihadapi dengan strategi harga. Justru menjaga konsistensi kualitas makanan dan pelayanan dinilai lebih berkelanjutan dalam mempertahankan pelanggan. “Lebih menjaga ke pelayanan aja, menjaga kualitas diri, kualitas makanan,” lanjutnya.

Di sisi lain, dominasi promo berbasis digital juga menghadirkan tantangan tersendiri, terutama bagi restoran yang memiliki basis pelanggan usia matang.

Andika mengungkapkan, mayoritas pengunjung Emado’s Bojonegoro berasal dari kelompok usia di atas 30 tahun atau keluarga, yang belum sepenuhnya akrab dengan mekanisme promo di platform digital seperti TikTok.

“Mungkin pemahamannya beda, soalnya customer sendiri belum tahu cara tiktoknya gimana, cara klaim ordernya juga belum tahu, itu sering lah di sini,” jelasnya.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak dianggap sebagai hambatan. Pihaknya justru mengapresiasi timnya yang tetap sabar dalam mengedukasi pengunjung.

Pendekatan humanis ini dinilai penting agar transformasi digital di sektor kuliner tidak meninggalkan kelompok konsumen tertentu.

Fenomena ini menunjukkan bahwa perkembangan bisnis kuliner di Bojonegoro tidak semata ditentukan oleh seberapa agresif promo digital dijalankan, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha menyeimbangkan inovasi teknologi dengan pelayanan langsung yang berkualitas.

Di tengah perubahan pola belanja, kepercayaan dan kenyamanan pelanggan tetap menjadi aset utama yang tidak tergantikan. (kam/bgs)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#dine in #promo #diskon #bojonegoro #Bisnis Kuliner #Restoran #emados #pola belanja #digital