Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Akademisi Wanti-Wanti Bulog Jangan Terlambat Serap Gabah, Jadi Kunci Stabilitas Harga di Tengah Produksi Melonjak

Dewi Safitri • Jumat, 21 November 2025 | 14:15 WIB
PANEN PADI: Produksi padi di Bojonegoro tercatat sebanyak 886,44 ton  GKG,  meningkat dibanding 2024 sekitar 710,53 ton GKG.
PANEN PADI: Produksi padi di Bojonegoro tercatat sebanyak 886,44 ton GKG, meningkat dibanding 2024 sekitar 710,53 ton GKG.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Stabilitas harga perlu dijaga di tengah lonjakan produksi padi di Bojonegoro. Akademisi pertanian mendorong agar percepatan penyerapan ketika musim panen raya dilakukan. Juga, peraturan terkait harga yang harus segera ditetapkan.

Berdasar data Berita Resmi Statistik (BRS) No.55/11/35/Th.XXIII, Senin (3/11). Produksi padi di Bojonegoro tercatat sebanyak 886,44 ton gabah kering giling (GKG). Meningkat dibanding 2024 sekitar 710,53 ton GKG.

Tidak hanya volume produksi, luas panen padi juga bertambah tahun ini, mencapai 159.820 hektare. Meningkat cukup signifikan dibanding 2024, yakni sekitar 131.221 hektare.

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Bojonegoro (Unigoro), Darsan menyampaikan, terdapat beberapa faktor yang mendorong produksi padi di Bojonegoro meningkat tahun ini, dibanding 2024. Meliputi, terjadinya kemarau basah yang membuat pertumbuhan padi bisa maksimal. Di samping itu, luas areal tanaman padi juga lebih luas.

Selain itu, lanjutnya, petani lebih mudah mendapatkan pupuk bersubsidi. Sehingga, tepat waktu dalam pemupukan yang membuat produksi meningkat.

“Harga gabah juga bagus. Sehingga, petani bersemangat untuk berproduksi. Serta, akan mencukupi sarana produksi yang dibutuhkan tanaman padi,” tambahnya.

Menurutnya, terkait dampak penurunan harga akibat lonjakan produksi. Selama pemerintah atau bulog dapat menjaga stok beras di pasaran agar tidak berlebihan. Dan, menetapkan harga dasar gabah maupun beras sebelum panen raya. Maka, harga akan tetap stabil.

“Kepres (Keputusan Presiden) harga dasar gabah dan beras tidak boleh terlambat. Bulog tidak boleh terlambat membeli beras pada saat panen raya,” ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Perum Bulog Bojonegoro, Ferdian Darma Atmaja mengatakan, bahwa serapan Bulog tahun ini berupa gabah kering panen (GKP) sebesar 24.800 ton di Bojonegoro.

“Tahun ini Bulog tidak menyerap GKG. Jadi, untuk harga GKG kami belum ada data,” terangnya. (ewi/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#bulog bojonegoro #Bulog #produksi padi #akademisi #unigoro #stabilitas harga #gkg #Pertanian #harga #panen padi #bojonegoro #padi #gabah kering