Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Siapkan Barista Lokal, Pemkab Bojonegoro Dorong Kemajuan Ekonomi Kreatif

Dewi Safitri • Sabtu, 1 November 2025 | 14:45 WIB
KLASIK: Salah satu warung kopi di Bojonegoro yang mengusung tema tradisional. Dilengkapi ornamen mulai kursi, meja,  hingga lampu klasik. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)
KLASIK: Salah satu warung kopi di Bojonegoro yang mengusung tema tradisional. Dilengkapi ornamen mulai kursi, meja, hingga lampu klasik. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kopi menjadi pintu masuk anak muda Bojonegoro menapaki dunia ekonomi kreatif. Tercatat sebanyak 35 muda-mudi dari total sekitar 87 pendaftar mengikuti pelatihan barista. Pelatihan barista menjadi bagian dari rangkaian pelatihan ekonomi kreatif yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro tahun ini.

Kegiatan ini dibuka bersamaan dengan pengukuhan Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Bojonegoro 2025-2028 pada Senin (13/10) lalu. Dilaksanakan pada 13-17 Oktober 2025 lalu. Berdasar data dari laman resmi Pemkab Bojonegoro, bimbingan teknis (bimtek) ekonomi kreatif tahun ini diikuti oleh peserta dari lima sektor ekraf unggulan.

Meliputi, Kriya diikuti oleh 30 peserta dari 32 pendaftar; Pengembangan permainan (game) 30 peserta dari 40 pendaftar; Penulisan naskah film 30 peserta dari 40 pendaftar; Packaging produk 35 peserta dari 79 pendaftar; dan Barista dengan 35 peserta dari 87 pendaftar. Peserta merupakan warga Bojonegoro yang berusia 17-35 tahun.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan, penting bagi generasi muda untuk dibimbing, diarahkan, dan diberikan ruang berkreasi serta berinovasi dalam membangun ekonomi kreatif. Di era saat ini, semua serba cepat, sehingga harus mampu beradaptasi dengan teknologi, berinovasi, serta menggunakan kecerdasan buatan dengan bijak.

’’Skill, ide, komunikasi, dan kepemimpinan adalah hal yang tidak bisa tergantikan,” ujarnya saat pembukaan pelatihan ekonomi kreatif. Menurut sosok asli Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo tersebut, pelaku ekonomi kreatif harus bisa membaca tren, memahami pasar yang dinamis, dan mengemas produk lokal dengan cerita yang kuat.

Serta, menggunakan teknologi secara bijak untuk membangkitkan ekonomi daerah. ’’Di situlah nilai tambah itu tercipta,” lanjutnya. (ewi/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Pelatihan Ekonomi Kreatif #bupati bojonegoro #Ekonomi Kreatif #barista #Bimtek #Ekonomi #Pelatihan #Anak Muda #bojonegoro #Kopi #Setyo Wahono #KEK