RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Upaya Pemkab Bojonegoro meningkatkan keterampilan masyarakat terus berlanjut. Melalui program pelatihan kerja, ratusan warga dilatih agar memiliki keahlian sesuai kebutuhan industri dan dunia kerja.
Meski begitu, pada pelatihan berbasis peluang kerja (Pelat Baja) dan Wirausaha, belum seluruh peserta pelatihan berhasil terserap di pasar kerja. Sebagian di antaranya masih dalam proses mencari pekerjaan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro Amir Syahid menjelaskan, bahwa pelatihan yang digelar memang bertujuan memperkuat kompetensi masyarakat agar lebih siap bersaing.
’’Dari pelatihan sebelumnya, lebih dari 50 persen peserta telah terserap di pasar kerja,” terangngnya saat pembukaan pelatihan di Pendopo Malawapati pada Selasa (21/10) lalu. Namun, tahun ini, pelatihan tahap kedua kembali dibuka dan diikuti oleh 310 peserta.
Menurutnya, peserta dari bidang keterampilan, seperti operator crane, rigger, excavator, forklift, las 3G, cleaning service, dan security gada pratama. Selain itu, peserta pekerja bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3), hingga pelatihan khusus bagi penyandang disabilitas dan purna pekerja migran Indonesia (PMI).
Amir menambahkan, pelatihan tersebut tidak hanya difokuskan pada penempatan kerja di perusahaan, tetapi juga untuk menciptakan kemandirian dan peluang usaha baru.
’’Selain meningkatkan kemampuan, kegiatan ini juga membuka akses bagi penyandang disabilitas dan purna PMI agar bisa melatih diri, mengembangkan kemampuan, dan menjadi pribadi yang mandiri,” jelasnya. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana