Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Beda Nasib Investasi Hari Ini: Emas Meroket, Saham IHSG Malah Terjun Bebas

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 00:41 WIB
PASAR MODAL: IHSG melemah usai pengumuman reshuffle Kabinet Merah Putih, Senin sore (8/9).
PASAR MODAL: IHSG melemah usai pengumuman reshuffle Kabinet Merah Putih, Senin sore (8/9).

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Di saat harga emas dan perak merangkak naik sepanjang Jumat (17/10), para pemegang saham malah harus garuk-garuk kepala. Bursa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan drastis hingga ditutup pada Jumat sore.

Sempat dibuka di level 8.132,75 dan bertahan di zona 8.000 sepanjang pagi, IHSG akhirnya merosot hingga ke level 7.915,66 saat bursa ditutup pukul 4 sore. Bahkan sekitar satu jam sebelum penutupan, bursa berada di level 7.860,63 sebelum perlahan pulih.

Dengan demikian, IHGS tercatat turun sebanyak 209,10 poin, atau kurang lebih 2,57 persen. Menurut data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai dikutip dari CNBC, hanya ada 135 saham yang mengalami kenaikan, dan 204 saham berstatus stagnan. Justru ada 617 saham yang mengalami penurunan.

Menurut BEI sendiri, turunnya level saham mencerminkan sentimen serupa di pasar saham Asia. Namun BEI sendiri belum memastikan bagaimana detil sentimen tersebut. “Silahkan tanya ke analis seperti biasa," jelas Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik kepada awak media.

Menurut data yang diperoleh Bloomberg, mayoritas pasar saham atau bursa efek Asia turut mengalami keadaan serupa. Indeks Nikkei (Jepang) juga melorot sebanyak 2,24 persen, Shanghai Composite (Tiongkok) mengalami penurunan sebanyak 1,95 persen, Indeks SETI (Thailand) turun sebanyak 1,07 persen, Indeks KLCI (Malaysia) terjun sedikit sebanyak 0,4 persen, dan Strait Times (Singapura) melemah sebanyak 2,62 persen.

Bahkan pasar saham global juga menunjukkan sentimen serupa di sektor saham berjangka. Indeks Dow Jones turun sebanyak 0,93 persen, S&P 500 mengalami pelemahan sebanyak 1,22 persen, dan NASDAQ terjun sebanyak 1,39 persen.

Meskipun harga saham terjun di seluruh belahan dunia, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tergolong santai dalam menanggapi fenomena tersebut. Pandangannya, hal tersebtu lumrah terjadi di pasar saham.

“Itu kan dipengaruhi juga oleh sentimen global, kan nggak apa-apa. Kalau orang bursa atau broker kalau indeksnya naik terus dia rugi, nggak bisa trading atau flat atau turun terus, yang bagus adalah in between (diantara keduanya), jadi mereka bisa ambil untung,” jelas Purbaya kepada awak media nasional.

Untuk IHSG, Purbaya meyakini seiring dengan perbaikan ekonomi yang dilakukan pemerintah, maka pelaku saham akan aktif bergerak kembali. “Karena pada waktu ekonominya bagus, pertumbuhan perusahaan juga bagus, profitability (potensi keuntungan) juga bagus. Nilai mereka di saham juga akan naik,” tambahnya.

Tentu, fenomena ini juga memengaruhi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS (USD). Per Jumat sore, 1 USD berada di kisaran Rp 16.589. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#harga emas #pasar saham #bursa efek indonesia #Purbaya Yudhi Sadewa #keuangan #indeks harga saham gabungan #ihsg #rupiah #bei #bursa efek #Emas #harga saham #saham