RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Geliat ekonomi kreatif (ekraf) di Bojonegoro menunjukkan tren positif. Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang kostum, kerajinan, hingga dekorasi mengaku pesanan terus mengalir.
Bahkan, mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Momen-momen khusus seperti Agustusan, festival seni, hingga karnaval menjadi ladang subur bagi para perajin untuk menunjukkan karya sekaligus meraup rezeki.
Siti Isaroh Nashiin, perajin sekaligus penyedia persewaan kostum dan maskot asal Kecamatan Kanor mengatakan, terjadi peningkatan pesanan tahun ini. Khususnya, pada momen-momen tertentu. Seperti, saat Agustusan, festival drumband yang menggunakan maskot untuk barisan di depan, festival tari dengan tema tertentu, hingga acara fashion show.
’’Saya baru empat tahun ini. Alhamdulillah, selalu ada peningkatan pesanan,” ujarnya.
Menurutnya, geliat bidang ekraf di Bojonegoro selalu ada perkembangan. Juga, dinilai sangat menjanjikan. Seperti, kostum Dayak yang banyak dipesan pada tahun ini.
Kostum tersebut dibuat dengan budget lumayan ringan dan bisa disewakan sekitar Rp 40.000-50.000 setiap kostumnya. Terlebih sering digunakan satu grup berisi sekitar 30 peserta.
’’Pemesan kebanyakan dari kalangan anak-anak hingga dewasa. Saya marketingnya melalui sosial media dan paling banyak dari teman ke temannya lagi,” terangnya.
Hal sama disampaikan oleh perajin asal Kecamatan Balen, Muhammad Anshori. Pemuda yang membuat candi atau patung dari styrofoam tersebut mengatakan, pemesan banyak pada momen-momen khusus, seperti karnaval peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Setelah sekitar tiga tahun bergelut di bidang ini. Menurutnya, pemesan cenderung stabil, seperti tahun-tahun sebelumnya.
’’Kalau menurut teman-teman, UMKM di Bojonegoro sekarang lebih maju dibanding sebelumnya. Kalau untuk saya pribadi, pemesan stabil seperti tahun-tahun sebelumnya,” terangnya. (ewi/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana