Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pelaku Ekonomi Kreatif Rasakan Tren Positif Lewat Karnaval dan Festival Seni Agustusan

Dewi Safitri • Sabtu, 6 September 2025 | 20:44 WIB
EKONOMI KREATIF: Kostum suku Dayak paling banyak dipesan dan disewa pada momen Agustusan tahun ini.
EKONOMI KREATIF: Kostum suku Dayak paling banyak dipesan dan disewa pada momen Agustusan tahun ini.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Geliat ekonomi kreatif (ekraf) di Bojonegoro menunjukkan tren positif. Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang kostum, kerajinan, hingga dekorasi mengaku pesanan terus mengalir.

Bahkan, mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Momen-momen khusus  seperti Agustusan, festival  seni, hingga karnaval menjadi ladang subur bagi para  perajin untuk menunjukkan karya sekaligus meraup rezeki.

Siti Isaroh Nashiin, perajin sekaligus penyedia persewaan kostum dan maskot asal Kecamatan Kanor mengatakan, terjadi peningkatan  pesanan tahun ini. Khususnya, pada momen-momen  tertentu. Seperti, saat Agustusan, festival drumband yang  menggunakan maskot untuk barisan di depan, festival  tari dengan tema tertentu, hingga acara fashion show.

’’Saya baru empat tahun ini. Alhamdulillah, selalu  ada peningkatan pesanan,”  ujarnya.

Menurutnya, geliat  bidang ekraf di Bojonegoro  selalu ada perkembangan. Juga, dinilai sangat menjanjikan. Seperti, kostum Dayak yang banyak dipesan  pada tahun ini.

Kostum tersebut dibuat  dengan budget lumayan  ringan dan bisa disewakan sekitar Rp 40.000-50.000  setiap kostumnya. Terlebih sering digunakan satu grup  berisi sekitar 30 peserta.

Adu tata rias, terutama untuk garda awal peserta juga menjadi salah satu titik perhatian dalam gelaran karnaval Kemerdekaan RI di Kecamatan Kanor pada Minggu (31/8). (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)
Adu tata rias, terutama untuk garda awal peserta juga menjadi salah satu titik perhatian dalam gelaran karnaval Kemerdekaan RI di Kecamatan Kanor pada Minggu (31/8). (YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)

’’Pemesan kebanyakan dari kalangan anak-anak hingga  dewasa. Saya marketingnya  melalui sosial media dan  paling banyak dari teman ke  temannya lagi,” terangnya.

Hal sama disampaikan  oleh perajin asal Kecamatan Balen, Muhammad Anshori. Pemuda yang membuat candi atau patung dari  styrofoam tersebut mengatakan, pemesan banyak  pada momen-momen khusus, seperti karnaval peringatan Hari Kemerdekaan  Republik Indonesia. 

Setelah sekitar tiga tahun bergelut di bidang  ini. Menurutnya, pemesan  cenderung stabil, seperti  tahun-tahun sebelumnya.

’’Kalau menurut teman-teman, UMKM di Bojonegoro sekarang lebih maju  dibanding sebelumnya.  Kalau untuk saya pribadi,  pemesan stabil seperti tahun-tahun sebelumnya,”  terangnya. (ewi/bgs) 

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#festival seni #Sewa Kostum #Persewaan #umkm #karnaval #Ekonomi #fashion show #ekraf #bojonegoro #Dayak #balen #kanor #drumband #dekorasi #kostum #Agustusan