Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Warga Kalitidu Kembali Keluhkan Kelangkaan Elpiji, Pedagang Kaki Lima Terdampak

Yuan Edo Ramadhana • Rabu, 14 Mei 2025 | 19:00 WIB
LANGKA LAGI: Gas elpiji kemasan 3 kilogram kembali langka di Kecamatan Kalitidu. Para pelaku usaha kecil dan PKL sangat terdampak. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)
LANGKA LAGI: Gas elpiji kemasan 3 kilogram kembali langka di Kecamatan Kalitidu. Para pelaku usaha kecil dan PKL sangat terdampak. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Warga Kecamatan Kalitidu kembali keluhkan kelangkaan elpiji 3 kg atau gas melon sepekan terakhir. Pengecer sebut terjadi pengurangan stok hingga 50 persen dari agen pusat.

Pedagang kaki lima (PKL) seperti pedagang nasi goreng (nasgor) sampai bakso paling terdampak. ‘’Iya, beberapa hari ini ada kelangkaan (kembali). Hampir seminggu,’’ kata Nyoto Hadi pengecer gas melon dari Desa/Kecamatan Kalitidu kemarin (13/5).

Dia melanjutkan, hingga kemarin belum mendapat jatah lagi dari agen. Alasannya telat pengiriman dan jumlah stok dibatasi. Pengirimian hanya 50 persen dari biasanya.

‘’Misalnya dari pusat 100 tabung, sekarang cuma dijatah 50 tabung. Biasa, agen dari pusat dijatah sedikit,’’ katanya.

Dia mengaku, biasanya bisa mengisi penuh 20 tabung miliknya namun kini berbeda. Karena diberi kuota sedikit, sehingga dari agen dibagi rata ke pengecer.

‘’Kalau telat gini masih dijanjikan tapi tidak tahu kapan dikirim. Teman sesama penjual elpiji juga cari info ini,’’ tandasnya.

Dia menambahkan, jika terjadi kenaikan harga karena kelangkaan, warga tetap membeli elpiji 3 kg. Terlebih para pedagang nasgor hingga bakso. ‘’Tetap pada beli apalagi pedagang nasgor, bakso, dan lain lainnya,’’ ucap dia.

Lusti pedagang bakso Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu mengeluh gas melon kian langka di area tempat tinggalnya. Bahkan, mencari sampai Desa Pungpungan, Kecamatan Kalitidu, tapi hasil nihil.

Jika harus menggunakan bright gas atau gas pink berukuran 5,5 kg dan 12 kg, pedagang kecil tentu merasa keberatan.

Sebab, biaya produksi dengan keuntungan tidak sebanding. ‘’Di sini tiga toko bahkan sampai Desa Pungpungan kosong (gas melon). Kalau pakai yang gas pink tidak masuk akal saat ini,’’ keluh dia.

Terpisah, Zahra Amatulloh Wandira warga Kecamatan Bojonegoro Kota mengatakan, terjadi kelangkaan gas melon dalam beberapa bulan. Namun, fluktuatif kadang ada dan sulit dicari. Harga masih di kisaran Rp 20 ribu per tabung. ‘’Kadang dapat kadang tidak. Lumayan langka,’’ pungkas dia. (yna/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kalitidu #nasgor #agen #Penjual Elpiji #kelangkaan #elpiji 3 kg #PKL #bright gas #elpiji #bojonegoro #kelangkaan elpiji #gas melon #nasi goreng #bakso #stok elpiji #stok #gas pink #Pedagang