BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Harga bumbu dapur pascalebaran berangsur turun. Dari cabai rawit hingga bawang merah. Alasannya sudah banyak petani yang aktif lagi.
‘’Mulai turun dua hari (tiga hari, red) ini,’’ ucap Andrian pedagang bumbu dapur Pasar Wisata.
Menurut dia, bumbu dapur mengalami penurunan harga di antaranya cabai rawit dari Rp 80 ribu menjadi Rp 65 ribu per kilogram (kg); cabai lalap dari Rp 25 ribu ke Rp 18 ribu per kg; cabai merah Rp 45 ribu jadi Rp 40 ribu per kg; dan cabai hijau besar lompong dari Rp 27 ribu ke 20 ribu per jg.
Sementara itu, bawang merah dari harga Rp 45 ribu menjadi Rp 38 per kg. Dia mengatakan, penurunan harga sudah terjadi tiga hari belakangan, pascalebaran ketupat. Menurutnya, hal ini dikarenakan para petani sudah mulai aktif kembali. ‘’Mahal itu waktu lebaran. Itungannya kalau sekarang banyak petani yang aktif lagi,’’ katanya.
Yuni pedagang lain di Pasar Kota menambahkan, harga bawang merah masih cenderung mahal. Untuk ukuran beras Rp 55 ribu per kg dan tanggung Rp 45 per kg. Terjadi sejak pertengahan Ramadan. Sedangkan, lombok masih fluktuatif. Namun, cenderung turun per 9 April.
Di antaranya cabai rawit Rp dari 100 ribu jadi Rp 70 ribu per kg. Kemudian, Cabai hijau lalap Rp 35 ribu ke Rp 25 ribu per kg dan cabai merah sebelumnya Rp 60 ribu menjadi Rp 45 rubu per kg. ‘’Cenderung turun setelah lebaran. Bawang merah yang masih mahal,’’ tutur perempuan domisili Kecamatan Kota itu. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana