Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Dolan Pasar: Pasar di Sekar Bergantung Musim Panen, Masih Jadi Jujukan Masyarakat Desa

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 22 Maret 2025 | 21:15 WIB
KIAN SEPI: Suasana pagi hari di kawasan Pasar Klino turut Desa Klino, Kecamatan Sekar. Terpantau kian sepi, sebab ramainya pasar ketika musim panen. (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
KIAN SEPI: Suasana pagi hari di kawasan Pasar Klino turut Desa Klino, Kecamatan Sekar. Terpantau kian sepi, sebab ramainya pasar ketika musim panen. (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pasar tradisional di berbagai kecamatan di Bojonegoro tetap bertahan. Meski kian terdesak perkembangan zaman, tetapi pasar masih menjadi bagian penting bagi masyarakat di peresaan.

Sebab, rerata pasar menjadi jujugan menjual hasil panen dan menarik pedagang dari berbagai daerah. Salah satunya Pasar Klino, yang terletak di Desa Klino, Kecamatan Sekar. Pasar yang berada di ujung selatan Bojonegoro ini, hanya buka pada hari pasaran Pahing dan Kliwon.

Meski diakui kian sepinya pasar membuat jam operasional kian singkat. ’’Jika dulu pasar ini sudah ramai dari dini hari (02.00 WIB) hingga pukul 09.00 WIB, kini harus tutup lebih cepat karena sepinya pembeli,” Siti Maisaroh, salah satu pedagang sembako di Pasar Klino. 

’’Jika sebelumnya bisa menjual satu karung beras dalam sehari, maka kini butuh dua hingga tiga hari untuk menghabiskannya,” ceritanya.

Hal senada juga diungkapkan Sumarni,  yang mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi pasar. ’’Dulu ramai sekali. Sekarang lebih milih belanja di minimarket karena dianggap lebih praktis,” ujar warga Desa Klino itu.

Diketahui, Pasar Klino dikelola Pemerintah Desa Klino. Untuk berjualan di pasar ini, pedagang hanya perlu membayar biaya kebersihan sebesar Rp 5.000 setiap lima hari. Uniknya, tidak hanya pedagang lokal, pasar ini juga menarik pedagang dari luar daerah, termasuk Madiun.

Sementara itu, pasar desa di ujung selatan Bojonegoro yang masih bertahan yakni Pasar Sekar, yang berada di Desa/Kecamatan Sekar. Pasar ini masih mengikuti sistem pasaran Wage, yang berarti hanya buka pada hari-hari tertentu sesuai kalender Jawa.

Meski Pasar Sekar juga mengalami kemrosotan pengunjung. Namun, keramaian pasar tersebut masih ditopang pada saat musim panen. ’’Saat panen tiba, pembeli meningkat, tetapi ketika petani masih menunggu masa panen, pasar menjadi sepi,” Gunari, pedagang di Pasar Sekar.

Selain karena kian maraknya toko kelontong dan belanja online, musim panen menjadi faktor utama yang menentukan. ’’Kalau lagi musim panen, pasar lebih ramai karena petani punya uang untuk belanja. Namun, kalau belum panen, banyak yang memilih menunda belanja,” tambah Gunari.

Seperti halnya dengan Pasar Klino, pedagang yang berjualan di Pasar Sekar tidak hanya berasal dari Kecamatan Sekar, tetapi juga dari daerah lain seperti Kecamatan Ngasem, Ngambon, hingga Kabupaten Madiun dan Nganjuk. (dan/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kalender jawa #klino #sembako #musim panen #Panen #pasar #pedesaan #pedagang sembako #madiun #SEKAR #bojonegoro #hasil panen #pasar tradisonal #nganjuk #pahing #Kliwon