Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Panen Perdana, Bulog Serap Gabah Petani Tunjungan dengan Harga Rp 6.500 per Kilogram

Yuan Edo Ramadhana • Selasa, 25 Februari 2025 | 19:59 WIB
PENYERAPAN: Bulog cabang Pati wilayah Blora fokus menyerap gabah hasil panen perdana di awal tahun 2025. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
PENYERAPAN: Bulog cabang Pati wilayah Blora fokus menyerap gabah hasil panen perdana di awal tahun 2025. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

BLORA, Radar Bojonegoro - Panen perdana tahun ini, para petani di Desa Tawangrejo, Kecamatan Tunjungan merasa untung. Sebab, harga gabah kering panen (GKP) diserap Bulog langsung dengan harga Rp 6.500 per kilogram.

Ketua Kelompok Tani Sukamaju desa setempat Suyanto merasa bersyukur hasil panennya bisa laku dengan harga di atas harga biasanya. ’’Alhamdulillah panen tahun ini, kami para petani untungnya lumayan dibandingkan tahun lalu. Kalau tahun lalu sekitar Rp 5.800 – Rp 6.000 per kilogram, sekarang dibeli Bulog Rp 6.500 per kilogramnya,” ujarnya.

Wahyudi, petugas jemput gabah petani dari Bulog cabang Pati wilayah Blora mengaku, Bulog diperintah langsung Presiden Prabowo Subianto terjun ke lapangan untuk menyerap gabah petani secara maksimal dengan harga Rp 6.500 per kilogram.

Bulog ditargetkan menyerap gabah petani sebanyak tiga juta ton hingga April nanti. ’’Target seluruh Indonesia tuga juta ton, sampai bulan April,” ujarnya. Adapun Bulog cabang Pati sendiri target penyerapan gabah sebanyak 91.000 ton, termasuk di Blora.

’’Optimistis bisa mencapai target. Kami di lapangan akan terus koordinasi dengan Babinsa, penyuluh pertanian untuk memantau para petani yang akan panen,” ungkapnya. Wahyudi akan terus mengawal petani di Blora yang mau panen, jangan sampai keduluan dibeli tengkulak sebelum masa panen.

’’Di Kunduran kemarin ada yang sudah dibeli tengkulak, karena itu kami akan terus koordinasi dengan Babinsa, sesuai arahan Presiden. Kami akan langsung turun bila dikabari ada gabah petani dibeli di bawah harga standar Pemerintah,” jelasnya.

Sementara itu, Sudarwanto selaku petugas penyuluh pertanian wilayah Tunjungan mengaku, awalnya kesulitan meyakinkan para petani untuk menjual ke Bulog. Namun Ia terus menyosialisasikan dan koordinasi dengan Babinsa serta kelompok tani agar gabah hasil petani bisa dibeli Bulog.

’’Awalnya kesulitan. Karena petani ada yang sudah dibayar oleh tengkulak sebelum masa panen. Alhamdulillah panen pertama di Tawangrejo ini akhirnya bisa dibeli Bulog,” jelasnya. (hul/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Gabah #penati #Bulog #kelompok tani #Panen #pati #Panen Perdana #beras #babinsa #GKP #tengkulak #prabowo subianto #tunjungan #gabah kering #blora #kunduran #gabah kering panen