BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Harga telur di Bojonegoro menjelang perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) merangkak hingga Rp 30 ribu per kilogram.
Berdasar data dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro, harga telur di Kecamatan Bojonegoro pada Selasa (10/12) masih Rp 26.000 per kilogram (kg). Namun, per kemarin (17/12) harga telur sudah mencapai Rp 30.000 per kg.
Marwi, warga Kecamatan Dander membenarkan telur mencapai Rp 30.000 perkg. Harga telur dan bahan pokok menjelang nataru memang kerap mengalami kenaikan. Berdampak langsung pada pembeli, terlebih telur menjadi salah satu menu utama keluarga.
‘’Habis beli telur, harganya juga sama Rp 30.000 saat ini,’’ katanya.
Satria Utama salah satu peternak ayam petelur di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem mengatakan, sejak 5 Desember 2024 mulai ada kenaikan harga telur ayam. Dari harga sebelumnya Rp 24.000 per kg menjadi Rp 28.500 per kg dari kandang saat ini.
Kenaikan harga di setiap moment hari besar memang selalu terjadi setiap tahun. Seperti, harga telur ayam menjelang nataru saat ini.
‘’Setiap tahun baru siklusnya selalu naik,’’ ujarnya.
Satria menyampaikan, kenaikan harga telur ayam ini tentu membawa kabar positif bagi para peternak karena omzet akan naik. Berharap tidak memengaruhi daya beli masyarakat. Sehingga, tetap stabil dan tidak merugikan peternak.
‘’Meski naik ataupun murah, pembeli lebih suka beli langsung di kandang. Karena memang terdapat selisih harga antara beli langsung di kandang ataupun harga di toko kelontong dan pasar,’’ pungkasnya. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana