Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Mulai Turun Hujan, Tren Harga Daun Tembakau Basah Bojonegoro Turun

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 3 Oktober 2024 | 18:41 WIB
TEMBAKAU: Para petani tembakau di Desa Belun, Kecamatan Temayang mengeluhkan tren harga jual daun tembakau basah alami penurunan. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
TEMBAKAU: Para petani tembakau di Desa Belun, Kecamatan Temayang mengeluhkan tren harga jual daun tembakau basah alami penurunan. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Tren harga daun tembakau basah turun hingga menjadi Rp 2.200 per kilogram (kg). Alasannya, turun hujan dalam beberapa minggu terakhir.

’’Harga turun saat ini. Sudah sekitar dua minggu,” ujar Misbah petani tembakau asal Desa Belun, Kecamatan Temayang Rabu (2/10). Dia melanjutkan, selain petani juga sebagai penebas. Fokusnya menjual daun tembakau basah.

Dia mengatakan, harga saat ini turun. Dari Rp 4.000 per kg daun basah menjadi Rp 2.200 per kg. ’’Turunnya bertahap. Dari Rp 4.000 per kg, Rp 3.500 per kg, Rp 3.000 per kg, sampai sekarang di kisaran Rp 2.500-2.200 per kg,” paparnya.

Menurut dia, penurunan harga tembakau khususnya daun basah sudah terjadi sekitar dua minggu ketika hujan mulai turun. Dia menambahkan, tembakau dijual di wilayah Nganjuk, Tuban, hingga Madura. ’’Ini tanam jenis Jawa. Kualitas juga turun. Klelet (getah) tidak seperti sebelumnya. Sedangkan, untuk rajang kering harga sekitar Rp 35.000 per kg,” imbuhnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Helmy Elisabeth menjelaskan, harga tembakau bervariasi di masing-masing daerah. Menurutnya, minggu kemarin di wilayah Kecamatan Kedungadem daun tengah rajang kering berkisar Rp 38.000 hingga 40.000 per kg.

Sedangkan, daun basah sekitar Rp 2.500 hingga Rp 3.000 per kg. ’’Tren harga pasti turun yang pucuk. Maksudnya daun bawah, tengah, dan pucuk memiliki harga berbeda,” jelasnya. Helmy melanjutkan, selain berdasar petikan atau letak daun juga dipengaruhi cuaca.

Dia menambahkan, pendampingan dilakukan agar musim tanam tahun berikutnya kualitas tembakau lebih baik. Dilakukannya bertahap di seluruh petani. ’’Dalam satu tahun tentu tidak bisa menjangkau semua petani tembakau,” pungkasnya. (yna/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kecamatan #rajang #Desa #kualitas #getah #dkpp #Petani #Kedungadem #Pertanian #temayang #musim tanam #belun terungkap #turun #harga #daun tembakau #bojonegoro #tembakau #DKPP Bojonegoro #harga tembakau