BLORA, Radar Bojonegoro - Usai petani tebu mendesak agar harga beli dinaikkan saat panen, PT Gendhis Multi Manis (GMM) pun menaikkan harga. Awalnya Rp 67.000 per kuintal, naik menjadi Rp 74.000 per kuintal.
Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Blora Sunoto menjelaskan, bahwa harga beli tebu petani Blora oleh PT GMM masih rendah dibanding kabupaten lain. Sehingga, audiensi dilakukan dengan pihak DPRD dan pihak GMM.
Hasilnya, harga beli tebu oleh PT GMM mulai naik. Sebab, sebelum adanya desakan dari petani harga tebu hanya Rp 67.000 per kuintal. ’’Kami apresiasi karena harga telah dinaikkan selama dua minggu ini,” jelasnya.
Sunoto mengungkapkan, permasalahan petani tebu juga terkait pupuk dan modal usaha di masa mendatang. Menurutnya, hal tersebut perlu dicarikan solusi bersama. ’’Harus dapat solusi dari pihak GMM maupun dari pemerintah,” terangnya.
Humas PT GMM Blora Gito mengatakan, harga tebu naik secara bertahap. Kenaikan tersebut setelah terjadi audiensi pihak perusahaan dengan para petani tebu. Sebelumnya, harga beli tebu petani Rp 67.000 per kuintal, naik menjadi Rp 74.000 per kuintal.
’’Kami sudah tiga kali menaikkan harga beli tebu petani, terakhir selasa kemarin (28/5),” ujarnya. Gito menjelaskan, pihaknya terus menjalin kerja sama baik dengan para petani tebu di Blora, tahun ini target penyerapan penen tebu petani sebanyak 400.000 ton.
Terkait program bantuan pupuk dan permodalan. pihaknya mengaku tahun ini belum ada. Namun, poin tersebut menjadi bahan diskusi ke depan. (luk/bgs)
Editor : Hakam Alghivari